Jateng segera Punya Factory Sharing Furnitur, Ini Manfaatnya bagi UKM

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jawa Tengah, Ema Rachmawati (tengah) menjadi narasumber di rangkaian acara UKM Virtual Expo 2021 sesi dua, di Gedung Bank Jateng Surakarta.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jawa Tengah, Ema Rachmawati (tengah) menjadi narasumber di rangkaian acara UKM Virtual Expo 2021 sesi dua, di Gedung Bank Jateng Surakarta.

SURAKARTA (Awal.id) – Pemprov Jateng dengan dukungan Kementerian Koperasi dan UKM akan membentuk Factory Sharing bidang furnitur. Rencananya, ruang produksi bersama bagi UKM ini, akan dipusatkan di wilayah Solo Raya.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jawa Tengah, Ema Rachmawati mengatakan, Factory Sharing adalah sebuah ruang produksi  bersama bagi Usaha Kecil Menengah. Tujuannya, untuk memastikan pasokan dan kualitas bahan baku serta standardisasi produk jadi.

Dengan pasokan bahan baku dan standardisasi, produk UKM diharapkan memenuhi kualifikasi pasar. Baik untuk pasar lokal maupun manca negara. 

Baca Juga:  Komentari Menteri Baru Jokowi, Ganjar: Presiden Berikan Sinyal Rekonsiliasi

“Rencananya, akan didirikan di (wilayah) Solo Raya. Di Trangsan (Sukoharjo) sudah tidak bisa karena tidak ada tanahnya. Yang memungkinkan Klaten dan Sragen,” ucap Ema, seusai menjadi narasumber di rangkaian acara UKM Virtual Expo 2021 sesi dua, di Gedung Bank Jateng Surakarta, Sabtu (18/9).

Saat ini, pihaknya terus mempersiapkan UKM dan Koperasi, di wilayah yang nantinya akan didirikan fasilitas tersebut. Selain itu, Ema juga memastikan agar nantinya factory sharing benar-benar digunakan dan bermanfaat bagi pengusaha skala kecil dan menengah.

Ia menyebut, persiapan tidak hanya soal lahan. Tetapi terkait kesiapan pembiayaan dan manajerial factory sharing furnitur di Solo Raya. 

Baca Juga:  Kejaksaan Tinggi Papua Barat Tetapkan ARL Sebagai Tersangka dan Lakukan Penahanan

“Kalau untuk beroperasinya belum tahu. Jadi yang Di Sragen sudah siapkan masyarakatnya, mulai kita cari tanahnya, siapkan UKM, koperasinya. Kami kejar persiapannya terutama visibilitas studi, jangan sampai dibuat tapi tidak digunakan. Terutama (manfaat) bagi lingkungan dan UKM sekitar. Mudah-mudahan 2023 sudah jalan, karena factory sharing kan harus ada manajerialnya juga supaya tidak asal-asalan,” ungkapnya.

Ema menambahkan, kehadiran factory sharing bidang furnitur, juga diharap menggenjot ekspor produk kayu.

Baca Juga:  Regu PICC Juarai Kejuaraan Catur Beregu Antar Klub se-Kota Semarang

Selain factory sharing di bidang furnitur, Ema juga mengungkapkan fasilitas itu rencananya akan dibuat untuk sektor lain. Seperti beras di Demak, Fesyen di Rembang dan Logam di Tegal.

Senada, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jateng, Arif Sambodo mengatakan, factory sharing adalah bentuk hadirnya pemerintah untuk masyarakat. Ia mengaku, siap mendukung pendirian fasilitas tersebut.

“Dukungannya adalah untuk proses standardisasi khususnya SNI (Standardisasi Nasional Indonesia). Ada salah satu instalasi kita yang bisa menjadi bagian dari proses produksi,” ucapnya. (is)

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *