Arista Perdana Putri, Si Mungil yang Torehkan Prestasi Cabor Menembak di Kazakhstan

Arista Perdana Putri Darmoyo
Arista Perdana Putri Darmoyo

SEMARANG (Awal.id) – Sungguh membanggakan. Atlet Program Semarang Emas (PSE) KONI Kota Semarang yang memiliki tubuh mungil ini tenyata bisa menjadi kebanggaan Bangsa Indonesia. Padahal, awal perjalanannya sebagai atlet, si mungil ini hanya ikut eyangnya latihan menembak, dan ternyata akhirnya bisa menjadi atlet menembak yang luar biasa.

Melalui Perbakin Kota Semarang, pelajar kelas XI SMA Negeri 1 Semarang ini berhasil menorehkan berbagai prestasi, baik tingkat lokal, nasional sampai internasional.

Terbaru, putri dari anggota Brimob yang bertugas di Satbrimob Simongan ini berhasil mengumandangkan lagu Indonesia Raya dengan meraih medali emas dalam ajang “14th Asian Air Gun Championship” di Kazakhstan, 10-20 September 2021.

Baca Juga:  Yoyok Sukawi Beri Klarifikasi, Liga 1 Digulirkan Kembali 25 November 2022

Ya, si mungil itu adalah Arista Perdana Putri Darmoyo, atlet asli Kota Semarang binaan PSE KONI Kota Semarang dan Perbakin Kota Semarang.

Atlet nenembak kelahiran tahun 2005 ini sedikit menceritakan pengalamannya dari awal menggeluti menembak hingga menjadi atlet kebanggaan Kota Semarang dan Bangsa Indonesia.

Sejak kelas 2 SD pada tahun 2010 atlet bertubuh mungil ini mulai memegang senjata jenis pistol karena seringnya ikut latihan eyangnya menembak di lapangan.

Baca Juga:  Ditemukan Kerangka, Diduga Anak Korban Pembunuhan di Bawah Jembatan Tol Semarang - Bawen

“Setiap kali eyang latihan saya selalu ikut dan kalau ditinggal saya pasti nangis. Karena seringnya ikut latihan saya tertarik dan akhirnya diizinkan ikut berlatih dan langsung memegang pistol,” ujar Arista saat mengikuti pelepasan Atlet menembak untuk PON XX Papua di Kota Semarang, Sabtu (25/9).

Atlet dua bersaudara ini mengakui sebenarnya tertarik senjata jenis Rifle, tapi karena badannya yang mungil tidak memungkinkan untuk mengangkat Rifle.

“Jadi sejak awal saya langsung pegang pistol,” tambah penghoby jalan-jalan ini.

Meski begitu Arista mengaku pernah merasakan kebosanan dalam olahraga menembak dan mencoba beralih ke olahraga lain seperti volley juga badminton sehingga sempat vakum setahun.

Baca Juga:  KFC Resmi Sponsori PSIS untuk Arungi Liga 1 2022/2023

“Tapi sempat mengikuti kejuaraan tingkat nasional waktu kelas 5 SD mewakili Kota Semarang,” ujarnya.

Kemudian, lanjut Arista, pada waktu kelas VIII SMP, skor menembaknya naik dan akhirnya ia fokus menembak hingga bisa menjadi atlet.

“Saya juga sangat senang dan bangga bisa mewakili Jawa Tengah dalam cabang olahraga menembak dalam PON XX Papua, semoga bisa memberikan yang terbaik dan bisa membanggakan Jawa Tengah dan Kota Semarang,” pungkas Arista. (is)

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *