TNI AU Evakuasi 26 WNI dari Afganistan

26 WNI dievakuasi dari Afganistan dengan menggunakan pesawat TNI-AU Boeing B-737 seri 400 Skadron Udara 17 Lanud Halim Perdanakusuma.
26 WNI dievakuasi dari Afganistan dengan menggunakan pesawat TNI-AU Boeing B-737 seri 400 Skadron Udara 17 Lanud Halim Perdanakusuma.

JAKARTA (Awal.id) – Sebanyak 26 warga negara Indonesia (WNI) berhasil dievakuasi dari Bandara Hamid Karzai Internasional Kabul, Afghanistan. Dengan menggunakan pesawat TNI-AU Boeing B-737 seri 400 Skadron Udara 17 Lanud Halim Perdanakusuma, mereka dipulangkan ke Tanah Air.

Selain mengangkut 26 orang WNI, pesawat TNI AU juga mengangkut lima warga negara asing, tiga dari Filipina dan dua oarng dari Afghanistan dari Bandara Hamid Karzai Internasional Kabul, Afghanistan.

Sebagai pesawat militer yang tak memiliki ijin terbang reguler, pesawat TNI-AU itu tak bisa langsung terbang dari Kabul ke Jakarta. Boeing 737-400 yang bercat putih-abu-abu itu harus mengurus lebih dahulu izin melintas wilayah udara di sejumlah negara.

Tim penjemput yang memiliki misi untuk menyelamat warga yang berada di Afganistan harus menempuh perjalanan panjang. Pesawat bertolak dari Jakarta lalu transit di Banda Aceh, kemudian ke Colombo, Karachi, dan tiba di Islamabad.

Baca Juga:  Gubernur Jateng Tegaskan Lagi, Bupati/Wali Kota Harus Buat Call Canter untuk Pantau BST

Pesawat penjemput itu memang direncanakan untuk bermalam di Islamabad dengan pertimbangan jarak penerbangan ke Kabul cukup pendek, sekitar 55 menit. Dengan demikian, pesawat bisa bergerak cepat jika sewaktu-waktu ada konfirmasi tentang slot waktu pendaratan di Bandara Hamid Karzai, Kabul.

Slot mendarat mula-mula dijadwalkan Kamis pagi pukul 04.10 waktu setempat. Namun, slot tersebut ditarik dan tertunda karena perkembangan di lapangan yang tak kondusif. Pesawat pun diputuskan tetap menunggu di Islamabad. Koordinasi berlanjut dan permintaan pendaratan diulang.

Baca Juga:  Pilkada 2020 dan Dinasti Politik

Pada Jumat pukul 04.10 pagi, pesawat putih-abu-abu TNI-AU itu bertolak dari Islamabad, dan mendarat di Kabul pukul 05.17. Boarding yang direncanakan 30 menit molor hampir dua jam.

Setelah semua siap, pesawat dengan semua evacuee bertolak dari Kabul menuju Jakarta, dengan lebih dahulu transit di Islamabad. Dari ibu kota Pakistan itu, Boeing dari Skadron 17 TNI-AU Halim Perdanakusuma itu pun terbang pulang, dengan transit di Karachi, Colombo, dan Banda Aceh, dan tiba di Jakarta Sabtu dini hari.

Evakuasi 2 Jam

Usai mendarat, tim evakuasi segera menjemput 26 WNI dan tujuh warga negara asing untuk masuk pesawat. Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) sebagai pemegang otoritas sementara bandara di Kabul memberikan waktu yang terbatas untuk evakuasi.

Baca Juga:  Jokowi Turunkan Harga Tes PCR, MUI: Harusnya Gratis untuk Rakyat

Tim evakuasi semula menjadwalkan evakuasi berjalan selama 30 menit, tetapi prosesnya akhirnya berlangsung selama dua jam. “Demi keselamatan bersama, kami membatasi barang bawaan hanya koper jinjing saja sehingga kami memohon maaf kepada WNI dan WNA, karena tidak semua kopernya bisa masuk dalam pesawat,” kata dia kepada para WNI dan WNA yang dievakuasi.

Tim evakuasi secara keseluruhan terdiri atas prajurit TNI, anggota Badan Intelijen Negara, dan Kementerian Luar Negeri RI.

Mayor Pnb Mulyo Hadi, yang mewakili satuannya, menyampaikan rasa bangga karena Skadron Udara 17 dipercaya mengemban tugas negara mengevakuasi dan menyelamatkan WNI di tengah situasi Afghanistan yang memanas. (*)

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *