Pertamax Bisa Minimalisir Perubahan Iklim, Pemerintah Perlu Dorong Penggunaan BBM Ramah Lingkungan

SEMARANG (Awal.id) – Pakar Lingkungan Universitas Diponegoro (Undip), Prof Dr Ir Syafrudin CES MT mengatakan, penggunaan BBM di Indonesia sekarang sudah cukup moderat. Kendati demikian, tetap perlu didorong untuk penggunaan BBM ramah lingkungan, artinya BBM yang pembakarannya tidak menambah beban kualitas udara, seperti Pertamax Series.

“BBM ramah lingkungan seperti Pertamax ini memiliki RON tinggi di atas 91, sehingga menghasilkan pembakaran yang baik, dengan tingkat karbon dan timbal yang rendah,” katanya, di Semarang, Rabu (11/8).

Menurut Syafrudin, penggunaan Pertamax memang harus lebih digencarkan. Hal ini bukan saja merupakan kepentingan pemerintah, tapi juga untuk perbaikan iklim dan peningkatan indeks kesehatan masyarakat sendiri.

“Jika polusi semakin minim, maka iklim akan semakin baik, dan otomatis indeks kesehatan masyarakat juga semakin baik. Apalagi jika bicara efisiensi, berarti BBM dengan hasil pembakaran timbal rendah dan karbon yang rendah, itu yang harus digunakan,”  ungkapnya.

Baca Juga:  Ini Deretan Kabupaten Kota di Jateng yang Terima Penghargaan Proklim 2021 dari KLHK

Seperti diketahui, sektor transportasi memberikan sumbangan 5-10 persen terhadap pencemaran udara yang memicu perubahan iklim. Dengan demikian, penggunaan bahan bakar yang ramah lingkungan sangat penting, sesuai dengan peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Permen LHK) Nomor 20 Tahun 2017 tentang Penerapan Bahan Bakar Standar Euro 4.

Syafrudin menjelaskan untuk mengakselerasi penggunaan BBM ramah lingkungan, pemerintah juga perlu memberikan dukungan berupa insentif, diantaranya dengan keringanan pajak. Selain itu, pemerintah juga perlu lebih tegas dalam penegakan aturan dalam penerapan BBM ramah lingkungan.

Penerapan penggunaan BBM ramah lingkungan,. Lanjut dia, juga perlu didukung oleh pemerintah daerah. Edukasi terhadap masyarakat harus terus menerus dilakukan, sehingga mereka terbiasa dalam menggunakan Pertamax Series tersebut.

Baca Juga:  Yosep Parera Ditangkap KPK, Rumah Pancasila Tetap Beroperasi

“Dari sisi ekonomi terlihat memang agak berat, tapi lama kelamaan masyarakat nanti akan terbiasa dan otomatis terbiasa dengan Pertamax Series,” jelasnya.

Aspek Kesehatan

Dilihat dari aspek kesehatan, penggunaan BBM ramah lingkungan akan membuat udara lebih bersih dan sehat. Pasalnya, kadar gas karbondioksida (CO2) akan jauh berkurang, sehingga kesehatan paru-paru akan tetap terjaga, karena udara yang masuk ke paru-paru merupakan udara bersih.

Sementara Direktur RSUD KRMT Wongsonegoro,  dr Susi Herawati MKes menuturkan, jika paru-paru terlalu banyak menyerap CO2, maka akan   mempengaruhi kemampuan paru-paru dalam menyerap oksigen.

“Penggunaan BBM ramah lingkungan memang harus, karena kalau CO2 tinggi maka akan menyebabkan flek-flek di paru – paru dan kalau diukur dengan spirometer akan rendah,” tuturnya.

Baca Juga:  Tinjau Pembagian BST di Grobogan, Gubernur Ganjar ’Diwaduli’ Seniman yang Tak Bisa Manggung saat Pandemi

Menurut Susi, gangguan pada paru-paru akan bisa menyebabkan gangguan pula pada organ tubuh lainnya. Sehingga tubuh akan rentan dengan penyakit kronis.

“Selain tubuh mudah lelah, jika CO2 terlalu banyak terhirup kemudian masuk ke darah, maka akan mempengaruhi organ lainnya,” ungkap Susi.

Susi mengimbau masyarakat agar mulai membiasakan diri menggunakan BBM ramah lingkungan demi menjaga lingkungan sehat. Apalagi, saat ini di tengah pandemi, sudah seharusnya masyarakat lebih peduli dalam menjaga kondisi kesehatan diri dan lingkungannya.

“Saya berharap masyarakat lebih sadar, karena sekarang sudah tersedia BBM yang lebih ramah lingkungan, yang harus digunakan untuk hidup lebih sehat,” pungkasnya. (is)

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *