Pemkot Semarang Segera Buka Tempat Wisata dan Hiburan, Syaratkan Pengunjung Sudah Divaksin

Gedung Lawang Sewu menjadi salah satu objek wisata sejarah Kota Semarang untuk menambah pendapatan daerah.
Gedung Lawang Sewu menjadi salah satu objek wisata sejarah Kota Semarang untuk menambah pendapatan daerah.

SEMARANG (Awal.id) – Keputusan Pemerintah Pusat yang menurunkan PPKM Level 4 menjadi Level 3 akan dimanfaatkan maksimal oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang. Salah satunya, dengan membuka kembali tempat wisata dan hiburan yang sempat mati suri akibat pandemi Covid-19.

“Pemkot Semarang hanya mengizinkan pengunjung tempat wisata dan hiburan di Ibu Kota Jawa Tengah ini yang telah divaksin Covid-19,” kata Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi di Semarang, Selasa (17/8).

Orang pertama di jajaran Pemkot Semarang mengaku sudah memprediksi status PPKM Kota Semarang akan diturunkan levelnya. Hal ini didasarkan pada penurunan angka paparan Covid-19 yang cukup signifikan di wilayahnya.

Baca Juga:  Peduli Lingkungan, Pertamina Patra Niaga Gelar Coastal Clean Up dan Penanaman 10.300 Tanaman Laut

Untuk menyiapkan rencana pembukaan tempat wisata dan hibura, menurut Hendi panggilan akrab Wali Kota Semarang ini, Pemkot Semarang akan menerapkan aplikasi Pedililindung.

Dengan penerapkan aplikasi tersebut, lanjut dia, hanya pengunjung yang sudah divaksin yang diperbolehkan masuk ke tempat wisata dan tempat hiburan.

Soal kapasitas pengunjung, Hendi mengatakan akan dibatasi maksimal 25 persen dari daya tampung.

Sambut Gembira

Rencana pembukaan tempat wisata dan hiburan ini disambut gembira oleh masyarakat Kota Semarang. Sudah lama para pelancong yang haus hiburan segar, baik wisata alam, sejarah maupun wisata religi ingin segera menikmatnya.

Baca Juga:  Semen Gresik Salurkan Bantuan Logistik untuk Korban Banjir Sintang, Kalbar

Salah satunya adalah Annisa Kurnia Dewi. Warga asal Klipang, Semarang ini mengaku penutupan tempat wisata dan hiburan akibat penerapan PPKM Darurat yang cukup lama membuat dirinya maupun keluarga merasa penat, karena harus berdiam diri di dalam rumah.

“Meski pengunjung hanya dibatasi 25 persen dari kapasitas jumlah pengunjung objek wisata, hal ini cukup untuk mengobati kerinduan masyarakat yang haus hiburan,” kata Annisa, di Semarang, Rabu (18/8).

Baca Juga:  Bendera Merah Putih Raksasa dari Buruh Migran untuk Ganjar

Gadis yang gemar melihat pemandangan alam ini menilai pembukaan tempat wisata ini tidak sekadar memberi hiburan segar kepada masyarakat. Namun, pembukaan tempat hiburan tersebut juga memiliki sisi positif lain, yakni menumbuhkan kembali ekonomi warga sekitar objek wisata dan menumbuhkan lapangan kerja baru bagi pedagang kecil lainnya.

Annisa berharap pandemi Covid-19 ini segera berakhir, sehingga semua aktivitas masyarakat dapat pulih sedia kala. (*)

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *