Dampingi Pasien Covid-19, Unissula Luncurkan Program UVHC

Kampus Unissula Semarang
Kampus Unissula Semarang

SEMARANG (Awal.id) – Ketua Tim Unissula Virtual Home Care (UVHC), Fitria Indah Janitra, mengatakan program UVHC sendiri sudah berjalan satu bulan terakhir. Dalam periode itu setidaknya ada 60 pasien isolasi mandiri yang dilayani melalui UVHC.

Hal itu disampaikan Fitria Indah Janitradalam acara webinar “Peran Perguruan Tinggi dalam Pandemi Covid-19 melalui Layanan Unissula Virtual Home Care (UVHC)” secara virtual yang juga diikuti Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Sabtu (21/8).

“Satu bulan terakhir kami sudah melayani hampir 60 pasien. Ketika waktu itu covid di Jateng sedang tinggi-tingginya. Kami membantu dan mendampingi pasien sampai selesai isoman. Alhamdulillah, semuanya saat ini sudah negatif,” ujarnya.

Baca Juga:  Dalami Korupsi Tabungan Perumahan TNI AD, Kejagung Periksa Saudara Kandung Tersangka

Adapun program UVHC sendiri sudah memiliki web yang terkoneksi dengan web Unissula. Integrasi web tersebut dilakukan untuk memudahkan dan memperluas jaringan UVHC agar bisa dimanfaatkan sebanyak-banyaknya oleh warga.

“Jika diperlukan nanti akan kita perluas dan kita kembangkan dengan layanan pada penyakit lain. Program ini juga mendapat dukungan dari Perhimpunan Dokter Digital Terintegrasi Indonesia. Kami berharap ke depan bisa menjalin kerja sama dengan Pemprov Jawa Tengah tentang program peningkatan kesehatan masyarakat Jawa Tengah,” katanya.

Baca Juga:  UKM Sepakbola USM Juara Trofeo Cup

Sementara Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo menandaskan, pihaknya menyambut langkah Tim UVHC untuk bekerja sama denga Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Gubernur bahkan meminta agar secepatnya berkomunikasi dengan Dinas Kesehatan, khususnya terkait data pasien isolasi mandiri yang memerlukan pantauan dan panduan dari tenaga kesehatan.

“Tidak usah lama-lama deh, kita kan sudah punya data nih. Bisa tidak hari Senin kawan-kawan Tim UVHC bicara dengan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, langsung di-take over itu. Ada berapa isoman yang ada terus dicek satu per satu. Kita proaktif lebih dulu dengan menelepon lebih dulu dan ditanya apa problemnya. Lebih proaktif di awal karena kalau hanya pasif saja pasti tidak laku. Hari ini 60 besok paling 70, padahal yang dibutuhkan ratusan orang,” pintanya. (is)

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *