PPDB Sekolah Swasta di Masa Pandemi, Beri Fasilitas Keringanan Hingga Turunkan Biaya agar Tetap Eksis

SMP Kesatrian 2 Semarang
SMP Kesatrian 2 Semarang

SEMARANG (Awal.id) – Penerapan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online 2021 menjadi tantangan berat bagi sekolah-sekolah swasta di Kota Semarang. Para pengelola sekolah swasta harus lebih kreatif agar bisa menggaet siswa baru di tengah musim pandemi Covid-19.

Humas SMP Kesatrian 2 Semarang, Martha Wulan mengatakan pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia sejak awal 2019 telah membuat pemerintah mengubah sistem PPDB dari secara langsung dengan mendatangi sekolah menjadi model online/daring demi menghindari terjadi kerumunan massa.

Martha mengaku kebijakan pemerintah ini harus didukung lembaga yang bergerak di dunia pendidikan, termasuk sekolah swasta. Bagi sekolah negeri, perubahan menjadi PPDB online tidak banyak pengaruhnya, lantaran sekolah negeri menjadi incaran siswa dan para orang tua yang ingin melanjutkan pendidikan putra-putra mereka.

Demikian pula dengan sekolah swasta gratis. Sekolah swasta gratis, lanjut Marta, menjadi alternatif atau rujukan kedua bagi para orang tua jika anaknya gagal diterima sekolah negeri.

Baca Juga:  HUT PDIP ke-49, Mega Minta Kader Turun Menyapa Masyarakat

“Sekolah swasta gratis di Kota Semarang bisa dilakukan setelah pihak sekolah menandatangani nota kepahaman (MoU) dengan Pemerintah Kota Semarang. Kami (SMP Kesantrian 2) tidak melakukan MoU, jadi kalau sekolah di sini siswa ya harus membayar,” papar Marta di Semarang, Kamis (29/7).

Akibat penerapan PPDB online ditambah sekolah swasta wajib membayar ini, menurut Martha, SMP Kesatrian 2 selama musim pandemi selalu mengalami penurunan dalam jumlah siswa barunya.

“Tahun 2021 ini, pendaftarnya 50 anak. Dari jumlah itu, kami bagi menjadi dua kelas 7A dan 7B,” tutur Martha seraya menambahkan jika dibandingkan tahun lalu, penurunan jumlah peserta didik sebesar 25 persen.

Manfaatkan Medsos

Kendati sempat terkendala dengan PPDB online, SMK Muhammadiyah 1 Semarang lebih survive dibandingkan SMP Kesatrian 2. Berbekal pengalaman PPDB 2020, SMK Muhammadiyah 1 menerapkan strategi baru untuk meningkatkan jumlah penerimaan siswa baru.

Para guru SMK Muhammadiyah 1 Semarang berfota bersama saat menerimaan siswa baru tahun ajaran 2020/2021

Para guru SMK Muhammadiyah 1 Semarang berfota bersama saat menerimaan siswa baru tahun ajaran 2020/2021

Ketua Program Keahlian Jurusan Pemasaran Muhammadiyah 1 Semarang, Dwi Kartika Sulistyorini membeberkan jurus untuk menggaet siswa baru dengan memberikan berbagai fasilitas keringanan, baik UPP maupun pembiayaan lainnya.

Baca Juga:  Ayo Ikut Gelar Anugerah Jurnalistik PT KAI, Ini Syarat dan Hadiahnya

“Dua tahun ini, kita mengalami corona.Tahun pertama itu kami memang menyadari mengalami penurunan siswa baru. Apa lagi kebijakan dari zonasi itu sangat berpengaruh sekali. Kami mengalami penurunan siswa di tahun 2020 lalu yang cukup lumayan. Dari biasanya kita mendapatkan target 4 kelas, tahun lalu cuma 3 kelas. Total siswa kami sekarang ada 110 siswa, sedangkan tahun lalu sebanyak 60 siswa saja,” katanya.

Berkaca dari pengalaman itu, kata Dwi, pengelola SMK Muhammmadiyah 1 mengubah strategi yang lebih mengena ke masyarakat yang saat ini kebanyakan ekonomi terdampak pandemi. Dengan menggunakan media sosial, karena tidak bisa mempresentasi secara reguler ke SMP-SMP, pihaknya menggunakan web sekolah, istagram dan facebook untuk mengenalkan sekolah dan program-programnya.

Baca Juga:  Beberapa Stasiun Tergenang, Perjalanan KA Banyak yang Tertahan

“Selain itu, kami tetap harus melakukan gerakan jemput bola dengan aktif menyebarkan brosur-brosur tentang sekolah kami ke SMP-SMP di Kota Semarang,” paparnya.

Serangkaian strategi baru ini nyata-nyata mampu membawa hasil bagi sekolahnya, sehingga di tahun kedua pandemi Covid terjadi peningkatkan jumlah siswa baru.

“Dengan menggandeng siswa siswa kami, alhamdulillah strategi baru baru kami hasilnya cukup signifikan. Strategi merupakan bukti nyata, sehingga tahun ini kamu bisa mendapatkan hasil plus 50% di banding tahun lalu,” paparnya.

Di sisi lain, menurut Dwi, kepercayaan masyarakat terhadap SMK Muhammadiyah 1 kini semakin meningkat seiring dengan penunjukkan sekolah swasta ini sebagai SMK pusat keunggulan untuk cord animasi.

“Tahun lalu, kami mendapat bantuan pemerintah senilai Rp 4 miliar yang diwujudkan dalam bentuk leb dan alat-alat. Alhamdulillah SMK Muhammadiyah 1 sekarang sudah sesuai standarisasi industri,” tukasnya. (is)

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *