100 Persen Daerah Jateng Layak Anak, Ganjar: Perlakukanlah Anak Kecil Seperti Anak Sendiri

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo menerima Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana (DP3AP2AKB) Jateng, Retno Sudewi, melaporkan yang melaporkan perihal penghargaan Provinsi Pelopor Layak Anak dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kamis (29/7)

SEMARANG (Awal.id) – Gubernur Ganjar Pranowo selalu berpesan kepada semua masyarakat Jateng, jika melihat anak kecil di manapun tempatnya, untuk memperlalukan mereka seperti anak sendiri. Sehingga anak-anak nyaman, tidak ada yang memusuhi bahkan menyakiti.

“Mudah-mudahan dengan 100 persen daerah di Jateng layak anak dan Provinsi Jateng jadi pelopor layak anak, maka betul-betul ada improvement dan perbaikan yang diberikan. Agar pelaksanaannya di lapangan sesuai yang diharapkan,” tegasnya.

Hal itu disampaikan Gubernur Ganjar usai menerima Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana (DP3AP2AKB) Jateng, Retno Sudewi, Kamis (29/7).

Baca Juga:  Mengenal Srinuk, Jenis Beras Unggulan Jawa Tengah

Retno melaporkan terkait Penghargaan Provinsi Pelopor Layak Anak yang diberikan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak kepada Provinsi Jawa Tengah yang baru saja diterimanya. Penerimaan penghargaan tersebut berlangsung secara secara daring, Kamis (29/7).

Jawa Tengah dinobatkan sebagai Provinsi Pelopor Layak Anak di Indonesia, menyusul 100 persen daerah di Jateng telah ditetapkan sebagai Kabupaten/Kota Layak Anak.

Gubernur Ganjar juga berharap kalangan anak-anak mendapat perhatian. Apalagi saat pandemi seperti sekarang. Kegiatan mereka yang banyak di rumah dan tidak terpantau. Banyak anak yang keasyikan bermain game dan banyak yang stress karena tugas sekolah.

Baca Juga:  PLN Gelar Sosialisasi Hidup Aman di Dekat Jaringan Transmisi Listrik: Edukasi Warga Soal Jarak Aman dan Ruang Bebas

“Saya minta coba perhatikan mereka ini, sekarang kondisinya seperti apa. Ada riset kecil untuk bisa tahu kondisinya. Apakah jenuh, stres, apakah ada kekerasan atau tidak saat proses belajar mengajar dan lainnya. Kan banyak sekarang, karena daring dan orang tua tidak bisa mendampingi, justru orang tuanya marah-marah dan anak jadi stres. Ini harus dicek,” tegasnya.

Termasuk kejadian-kejadian luar biasa yang menimpa anak-anak kita. Misalnya contoh ada anak bernama Vino di Kutai Barat Kalimantan Timur yang viral karena ditinggal meninggal kedua orang tuanya. Anak itu harus ada yang mengurusi agar tidak terlantar.

Baca Juga:  1.038 Wisudawan USM Raih Predikat Cumlaude

“Ternyata tadi dilaporkan sudah diurus. Karena kakek neneknya ada di Sragen, jadi mau dibawa ke sini. Ini contoh kita mesti aware, karena itu warga Jateng meskipun ada di sana. Kita kerjasama dengan mereka dan Pak Gubernur di sana bagus, beliau siap mengadopsi jika tidak ada yang mengurus. Alhamdulillah kakek neneknya sayang, sehingga kita bisa membantu,” pungkasnya.

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *