Mobilitas Jateng Turun, Gubernur Sebut Peran Kapolda dan Pangdam

Gubernur Ganjar Pranowo menghadiri Rapat Koordinasi melalui video conference terkait Evaluasi PPKM Darurat di Jateng dan DIY
Gubernur Ganjar Pranowo menghadiri Rapat Koordinasi melalui video conference terkait Evaluasi PPKM Darurat di Jateng dan DIY

SEMARANG (Awal.id) – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, mengapresiasi upaya Kapolda Jateng dan Pangdam IV Diponegoro dalam upaya menekan pergerakan di Jateng selama pelaksanaan PPKM Darurat.

Menurut gubernur, upaya menekan pergerakan di Jateng dilakukan secara cepat oleh Kapolda Jateng Irjen Ahmad Luthfi dan Pangdam IV Diponegoro Mayjen TNI Rudianto dengan penutupan seluruh exit tol Jateng pada 16-22 Juli mendatang.

Berdasarkan data dari pusat, Jawa Tengah sudah menunjukkan penurunan mobilitas hingga 21 persen. Hanya di beberapa daerah sempat mengalami lonjakan tajam seperti di Kota Semarang.

“Maka penutupan-penutupannya di 27 titik itu dilakukan oleh Polda dan kemudian TNI mendukung. Ini menurut saya sesuatu yang sangat penting untuk kita lakukan,” tegasnya.

Ganjar mengatakan, penekanan pergerakan ini jadi upaya yang efektif dalam penanganan pandemi Covid-19.

Gubernur menambahkan, berapapun penambahan tempat tidur ICU di rumah sakit, penambahan jatah oksigen hingga SDM tidak berpengaruh terhadap penyebaran penyakit.

“Yang bisa mengurangi adalah menghentikan orang bergerak, menghentikan orang dengan mobilitas tinggi, mendisiplinkan mereka dengan 5M, itu saja,” tegasnya.

Ganjar menandaskan, masyarakat punya peran penting dalam pengendalian Pandemi Covid-19. (is)

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *