Hari Kelima PPKM Darurat, Pemilik Usaha Makin Taat Aturan

Hari kelima pelaksanaan PPKM Darurat, Gubernur Ganjar Pranowo berkeliling ke kawasan pertokoan Jurnatan dan beberapa mall, Rabu (7/7)
Hari kelima pelaksanaan PPKM Darurat, Gubernur Ganjar Pranowo berkeliling ke kawasan pertokoan Jurnatan dan beberapa mall, Rabu (7/7)

SEMARANG (Awal.id) – Memasuki hari kelima Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyempatkan diri memantau kondisi pertokoan dan mal di Kota Semarang. Pantauan itu dilakukan Ganjar usai menyelesaikan kegiatan di Kantor Gubernur, Rabu (7/7) siang.

Selama pantauan, Gubernur Ganjar mulai melihat ada perubahan dibandingkan hari-hari sebelumnya, meskipun masih ada juga yang belum menaati peraturan.

Keluar dari kompleks Kantor Gubernur Jawa Tengah, Ganjar langsung berkeliling melintasi sejumlah lokasi yang biasa menjadi titik keramaian di Kota Semarang. Sesampainya di kawasan pertokoan Jurnatan, Jalan H Agus Salim Kota Semarang, mobil Ganjar berhenti. Ternyata Ganjar tertarik dengan sebuah pengumuman yang tertempel di pintu sebuah toko di kawasan tersebut. Hampir semua toko di kawasan itu tutup.

“Toko di sepanjang kawasan ini tutup. Ternyata ada peraturan dari Wali Kota terkait PPKM darurat. Pemilik toko juga menempel jadwal atau cara pembelian. Ini contoh yang bagus,” kata Ganjar yang turun dari mobil dan melihat dari dekat pertokoan yang tutup selama PPKM darurat.

Setelah dari kawasan pertokoan Jurnatan, Ganjar berlanjut melihat kondisi di sepanjang Jalan Pemuda, Jalan MH Thamrin, dan Jalan Mayjend Sutoyo. Ia juga mampir untuk melihat kondisi di Mal Ciputra dan DP Mal.

Saat berada di Mal Ciputra, Ganjar melihat kondisi gerai-gerai yang banyak tutup tetapi ada juga yang masih buka seperti restoran cepat saji dan sebuah supermarket. Ternyata para pemilik restoran masih buka dengan hanya melayani pembelian online. Bahkan di dekat pintu masuk para pemilik usaha makanan dan minuman memasang nomor telepon yang bisa dihubungi untuk memesan.

“Ternyata kreatif semua ya. Jadi ini nomor-nomor yang bisa dihubungi untuk pesan makanan. Terus makanan yang dipesan akan diantar oleh pelayan kepada pemesan yang menunggu di pintu masuk. Bagus ini,” kata Ganjar.

Begitu halnya saat Ganjar melihat kondisi di DP Mal Semarang. Di sana masih ada gerai makanan dan minuman yang masih buka, juga supermarket dan toko pakaian. Semua toko yang ada di sana hanya melayani pembelian take away dan online. (is)

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *