Dana Pembinaan Olahraga Cair, Kontingan Jateng Gayeng Songsong PON XX Papua

SEMARANG (Awal.id) – Persiapan kontingen Jawa Tengah menyongsong Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua, 2-15 Oktober mendatang bakal gayeng. Pasalnya, dana untuk menyambut pesta olahraga akbar nasional empat tahunan itu segera cair.

Dana hibah untuk pembinaan dan peningkatan prestasi olahraga Jawa Tengah itu sebentar lagi cair, menyusul ditandatanganinya Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) oleh Plt Ketua Umum KONI Jateng Bona Ventura Sulistiana, SH MH di hadapan Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Jateng Drs. Sinung Nugroho Rachmadi MM, di Kantor Disporapar Jalan Ki Mangunsarkoro Semarang, Rabu (28/7).

Dalam acara penandatanganan tersebut, Bona yang juga Waketum I KONI Jateng, didampingi Waketum II – IV, yakni Sudarsono, Hary Nuryanto dan Amir Machmud NS. Pengurus lain yang  hadir Sekum Heny Setyawati, Wasekum Achmad Ris Edianto, Audit Internal April Sriwahono dan Adenk Sudarwanto, Kabid Humas Darjo Soyat, Wakabid Humas Sigit Pramono dan Wakabid Mobilisasi Sumber Daya Henri Pelupessy.

Baca Juga:  Dubes Vatikan Msgr Piero Pioppo: Bangsa Indonesia Dianugrahi Tiga Kekayaan

Bona Ventura seusai penandatangan NPHD mengatakan dana hibah dari Pemprov Jateng kepada KONI Jateng bernilai Rp 75 miliar sebagian besar memang akan digunakan untuk membiayai kontingan Jateng yang berlaga di PON XX di Papua, Oktober mendatang.

Kendati demikian, Bona yang juga Waketum I KONI Jateng tidak menampik, kegiatan sektor lain, seperti Musprov KONI dan pembenahan organisasi juga dialokasikan dari dana hibah ini.

Bona mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Jateng Ganjar Pranowo yang telah mengalokasikan dana hibah untuk mengembangkan olahraga di wilayahnya.

”Lewat Pak Kadisporapar, kami menitip salam dan terima kasih kepada Pak Ganjar Pranowo, Gubernur Jateng,’’ kata Bona.

Bona bertekad untuk mengelola dana hibah ini secara transparan dan bertanggung jawab. Dalam mengemban amanah ini, dia mengaku akan menggunakan tiga prinsip, yakni akuntabilitas, efisiensi dan transparansi.

“Mengutip bunyi UU No 17 pasal 3 poin 1, keuangan negara harus dikelola secara tertib, taat pada peraturan perundang-undangan, efisiensi, ekonomis, efektif, transparan, dan bertanggung jawab dengan memperhatikan rasa keadilan dan kepatutan.

Baca Juga:  Sambut Libur Panjang 17 Agustus, KAI Daop 4 Sediakan 123.508 Kursi Penumpang

Soal target kontingen Jateng di PON, Bona dengan tegas mengatakan menempati posisi keempat. “Peringkat empat merupakan hasil maksimal yang mungkin diraih Jateng di PON XX. Peringkat tiga besar masih dihuni DKI, Jabar dan Jatim,” paparnya.

“Pada PON XX, kami hanya menekan para atlet bagaimana mengoleksi medali emas lebih banyak dari PON Jabar,’’ tandasnya.

Porprov

Sementara Kadisporapar Jateng Sinung Nugroho Rachmadi mengatakan,  penandatanganan NPHD ini sesuai dengan perkiraannya. Dalam audiensi virtual 7 Juli 2021 (dua hari setelah Bona terpilih Plt Ketua KONI Jateng), Sinung menyebut pertengahan atau akhir Juli NPHD sudah siap diserahterimakan kepada KONI.

Pada kesempatan itu, Sinung mengapresiasi atas kerapihan administrasi KONI, sehingga proses draft hingga naskah NPHD berjalan lancar dan ditandatangani sesuai perkiraan waktunya.

Sinung menambahkan seusai penandatanganan, dana hibah ini bisa dicairkan. Melihat kebutuhan dana yang mendesak untuk mempersiapkan PON XX, Sinung mengatakan pencairan dana kontingan PON Jateng dapat dilakukan satu termin, tidak seperti yang lainnya.

Baca Juga:  Polres Demak Bekuk Dua Pelaku Penggelapan Motor

“Semua pihak sudah memahami dan memaklumi, karena untuk PON,’’ paparnya.

Soal pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jateng 2022, Sinung sependapat juga agenda olahraga internal Jawa Tengah jika ditunda. Alasannya, tahun 2021 ini sesuai program, babak kualifikasi Porprov seharusnya dilaksanakan berbarengan dengan PON XX.

“Semua atlet daerah sekarang ini fokusnya ke PON XX. Kalau dipaksakan ikut babak prakualifikasi Porprov, dikhawatirkan bisa cedera, sehingga tidak bisa membela Jateng di PON XX,” ujarnya.

Selain itu, mewabahnya pandemi Covid-19 juga menjadi alasan utama untuk meniadakan babak kualifikasi Porprov pada tahun 2021.

“Saya setuju, tenaga dan pikiran atlet Jateng saat ini harus tercurah ke PON XX. Kami siap mendukung penuh kontingen Jateng agar bisa tampil maksimal di PON Papua nanti,” tandasnya. (*)

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *