Presiden Jokowi Perintahkan Kapolri Tindak Preman Tanjung Priok

JAKARTA (Awal.id) – Presiden Joko Widodo atau Jokowi melakukan kunjungan ke Terminal Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (10/6).

Dalam kunjungannya itu, Presiden berdialog dengan para pengemudi truk kontainer yang kerap beraktivitas di sana. Jokowi bertanya tentang persoalan-persoalan yang ada di kawasan terminal Tanjung Priok.

Diketahui dari siaran YouTube Setpres. Jokowi, dalam siaran itu, saat meninjau pelaksanaan vaksin di JICT Tanjung Priok. Saat itulah Jokowi mendengarkan keluhan dari para sopir truk soal maraknya pungli.

Jokowi kemudian menelepon Kapolri. Ia memerintahkan Kapolri agar menangkap para pelaku pungli dan preman di Tanjung Priok.

“Pak Kapolri, pagi, Ini saya di Tanjung Priok banyak keluhan dari para driver kontainer yang berkaitan dengan pungutan liar, pungli, di Fortune, di NBC PT, kemudian di Depo Dipa, pertama itu, yang kedua juga kalau pas macet itu banyak driver-driver yang dipalak sama preman-preman, ini keluhan ini tolong bisa diselesaikan, itu Pak Kapolri,” ujar Jokowi, Kamis (10/6).

“Siap laksanakan Bapak,” jawab Kapolri Jenderal Sigit.

Usai perintah itu, polisi langsung menangkap para pelaku pungli. Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Guruh Arif Darmawan, menegaskan ada 24 orang terduga pelaku pungli yang diamankan di dua lokasi sejak pagi tadi.

“Ada 24 orang dari dua lokasi kita amankan sejak siang tadi,” tegas Guruh.

Para pelaku tertangkap di dua lokasi, yakni di PT Dwipa Kharisma Mitra Jakarta KBN Marunda dan Depo PT Greating Fortune Container (GFC).

12 pelaku dilokasi PT Dwipa Mitra Jakarta KBN Marunda itu berinisial DS (27), MK (29), SR (33), JR (54), MJ (24), DS (30), AZI (29), K (28), MN (39), EKP (53), dan E (29). Sedangkan para pelaku yang berhasil ditangkap di lokasi kedua berinisial O (44), AA (16), W (28), YP (22), DR (36), HF (21), RR (22), AW (24), T (44), D (46), NS (39), MJ (24).

Guruh menjelaskan, setelah Jokowi menelepon Kapolri, pihaknya bersama tim gabungan Jatanras Polda Metro Jaya, Reskrim Polres Metro Jakarta Utara, dan Polres Pelabuhan Tanjung Priok, langsung menyelidiki dugaan pungli itu.

“24 pelaku ini diamankan dengan berbagai tugas ada yang bertindak sebagai penguntit, ada yang pengemudi terus sekuriti di sana. Soalnya kalau mereka (sopir truk) tidak bayar akan dipersulit,” papar Guruh.

Ia menambahkan pihaknya masih bekerja hingga saat ini untuk mengungkap para pelaku lainnya. Sementara 24 terduga pelaku yang telah berhasil diamankan ini masih menjalani pemeriksaan di Polres Metro Jakarta Utara.

“Status para pelaku masih terperiksa masih didalami,” jelas Guruh. (is)

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *