Kemenag Diminta Segera Tentukan Kebijakan Haji

JAKARTA (Awal.id) – Kementerian Agama (Kemenag) diminta segera menentukan kebijakan haji yang hingga kini belum jelas. Apalagi, Pemerintah Arab Saudi belum memberikan kuota bagi Indonesia.

“Selama pandemi Covid-19, kuota haji Indonesia menurun dari sebelum pandemi sebanyak 221.000 jemaah per tahun,” kata Anggota DPR RI Saleh Partaonan Daulay, di Jakarta, Kamis (3/6).

Saleh mengakui mengelola jemaah haji sebanyak itu tidak mudah. Kalaupun diberangkatkan tahun ini, tentu tidak bisa semua. “Pasti ada pengurangan kuota. Nah, kalau ada pengurangan, pasti akan ada masalah teknis untuk memilih siapa di antara para jemaah haji yang akan didahulukan,” katanya.

Politisi Fraksi Partai Amanat Nasional (F-PAN) DPR RI menyadari kuota dan keberangkatan haji yang belum jelas ini akan menyulitkan pemerintah. Jika jemaah haji Indonesia bisa berangkat, hal ini membutuhkan waktu yang tidak sedikit untuk mempersiapkan pemondokan, katering, transportasi jemaah, persiapan wukuf dan mabit, dan hal-hal teknis lainnya. Dikhawatirkan, waktu yang tersisa tidak cukup untuk mengurus hal-hal teknis seperti itu.

“Jika memang tidak memungkinkan untuk memberangkatkan haji reguler tahun ini, segera saja diumumkan. Dengan begitu, para calon jemaah haji kita memiliki kepastian. Meskipun mereka berharap untuk tetap pergi, namun dengan kondisi yang ada saat ini, mereka diharapkan dapat memahami,” papar Saleh.

Pandemi Covid-19 memang jadi ancaman bagi para jemaah haji. Jika pemerintah jadi memberangkatkan haji tahun ini, harus dipastikan keamanannya.

Untuk itu, legislator dapil Sumatera Utara II ini menyarankan agar yang diberangkatkan lebih dulu sebaiknya calon haji khusus saja.

“Jemaah haji khusus diyakini masih tetap bisa diberangkatkan mengingat pengurusan kebutuhan mereka adalah biro-biro perjalanan yang telah mengantongi izin resmi Kemenag,” tandasnya. (*)

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *