Jadi Perbincangan Hangat, Amankah Meminum Minyak Kayu Putih Untuk “Obat Covid-19”?

SEMARANG (Awal.id) – Nama minyak kayu putih sedang naik daun di masa pandemi virus corona dan menjadi perbincangan paling populer di media sosial. Bahkan beberapa orang percaya meminum minyak kayu putih diklaim mampu mengobati Covid-19.

Berbagai postingan muncul di media sosial maupun aplikasi berbagi pesan soal keampuhan minyak kayu putih untuk corona. Klaim bombastis mewarnai postingan itu, bahwa obat corona adalah minyak kayu putih. Padahal hingga kini, obat maupun vaksin corona tak jua ditemukan.

Namun benarkah minyak kayu putih boleh diminum untuk pengobatan Covid-19 ataukah cuman isapan jempol belaka!?

Dokter spesialis paru-paru, Erlang Samoedro yang menangani pasien Covid-19 menyatakan hingga saat ini belum ada satupun obat yang dinyatakan efektif untuk menyembuhkan Covid-19, termasuk minyak kayu putih.

“Semua perlu pembuktian. Sampai sekarang belum ada bukti yang menunjukkan hal tersebut efektif,” kata Erlang.

Pendapat yang sama juga diutarakan Ketua Umum Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI) Inggrid Tania. Inggrid bahkan tidak menyarankan masyarakat untuk meminum minyak kayu putih karena dapat menimbulkan bahaya bagi kesehatan.

Pihaknya juga mengatakan bahwa minyak kayu putih yang umum beredar di pasaran sudah dioplos dengan kerosin, minyak lemak, dan lemak palsu jadi tidak murni 100 persen.

Meminum campuran ini dapat berisiko menyebabkan tubuh keracunan bahan kimia. Selain keracunan, meminum minyak kayu putih juga dapat memberikan efek samping hipoglikemia.

“Ada efek samping hipoglikemia yaitu gula darah menurun drastis apalagi pada penderita diabetes yang meminum obat antidiabetes,” ucap Inggrid.

Inggrid kemudian mengatakan bahwa sebaiknya menggunakan minyak kayu putih yang beredar di pasaran untuk pengobatan luar saja.

Sedangkan penggunaan ramuan daun kayu putih yang asli atau Melaleuca cajuputi dapat diminum secara langsung. Inggrid membagikan ramuan yang bisa digunakan untuk demam, batuk, dan pilek.

“Siapkan 12 gram daun kayu putih segar dan dua gelas air atau 400 ml. Lalu, rebus daun tersebut hingga air tersisa setengahnya,” paparnya.

Inggrid mengatakan potensi kayu putih untuk menjadi obat virus corona masih perlu dilakukan rangkaian penelitian panjang mulai dari uji in-vitro, in-vivo, dan uji klinis. Namun, kayu putih dapat diuji untuk antiinflamasi dan mengurangi gejala akibat infeksi dan inflamasi.

Sebelumnya, ahli gizi komunitas dr Tan Shot Yen dalam pemberitaan juga telah menyatakan, konsumsi minyak kayu putih justru hanya akan menimbulkan dampak buruk bagi tubuh. “Minum kayu putih bukannya sembuh, nanti malah badan jadi sakit yang lainnya. Minimal efeknya sakit perut, bahkan bisa keracunan sampai berdampak fatal,” ujar Tan.

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *