Ini Pesan Kapolda dan Pangdam Papua untuk Generasi Muda

Editor buku “Masyarakat Pancasila” AM Putut Prabantoro bersama Kapolda Papua Irjen Pol Mathius D Fakhiri, di ruang kerjanya, Jayapura, Selasa (22/6)
Editor buku “Masyarakat Pancasila” AM Putut Prabantoro bersama Kapolda Papua Irjen Pol Mathius D Fakhiri, di ruang kerjanya, Jayapura, Selasa (22/6)

JAYAPURA (Awal.id) – Dua tokoh Provinsi Papua, masing-masing Kapolda Irjen Pol Mathius D Fakhiri dan Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Ignasius Yogo Triyono menegaskan masyarakat Pancasila harus terwujud di tanah Papua.

Pancasila harus diimplementasikan di setiap sendi kehidupan masyarakat Papua agar kesejahteraan, kedamaian dan keadilan terwujud.

Demikian ditegaskan kedua tokoh tersebut dalam kesempatan yang terpisah ketika menerima editor buku “Masyarakat Pancasila” AM Putut Prabantoro, alumnus Lemhannas RI – PPSA XXI.

Buku karya terakhir sesepuh TNI dan mantan Gubernur Lemhannas Letjen TNI (Purn) Sayidiman Suryohadiprojo itu diserahkan AM Putut Prabantoro, yang juga Ketua Gerakan Ekayastra Unmada (Semangat Satu Bangsa) di masing-masing kantor kedua tokoh tersebut di Jayapura, Selasa (22/6).

Menurut Mathius D Fakhiri, Pancasila merupakan anugerah bagi Bangsa Indonesia, termasuk bagi rakyat Papua. Hanya dengan Pancasila, kesejahteraan, kedamaian dan keadilan akan terwujud di tanah Papua.

“Para pemuda Papua dari manapun mereka berasal harus bekerja keras untuk memulai tanpa berhenti untuk mewujudkan nilai-nilai yang ada dalam Pancasila,” pintanya

Kapolda mengungkapkan ketika dilahirkan, kita tidak bisa memilih tempat kelahiran, siapa orang tua kita, apa suku dan agamnya, siapa saudaranya, siapa tetangga sebagai lingkungan di mana nanti kita semua akan dibesarkan dan juga termasuk apa pekerjaan orang kita.

“Semua yang diberikan saat kita lahir adalah anugerah dan itu semua adalah modal kita untuk hidup. Termasuk juga Pancasila sebagai dasar negara kita adalah anugerah bagi kita semua,” tegas pria kelahiran Manokwari ini.

Dijelaskan Mathius Fakhiri yang dibesarkan di Merauke ini, jika Pancasila diimplementasikan, masyarakat Papua yang sejahtera, damai dan adil akan terwujud. Dengan Pancasila, semua akan mewujudkan hal tersebut dan harus dimotori oleh generasi muda Papua dari manapun mereka berada. Tanpa terkecuali seluruh generasi muda harus menuju ke kebaikan untuk mewujudkan mimpi Papua yang damai, Papua yang sejahtera dan Papua yang adil dan Papua yang berbudaya.

Namun, lanjut Mathius D Fakhiri, mewujudkan mimpi-mimpi itu hanya dapat dicapai jika semua masyarakat menuju ke kebaikan baik secara spiritual ataupun material. Untuk mewujudkannya perlu kerja keras tanpa syarat.

Dia menilai menuju kebaikan bisa dilihat ketika masyarakat Papua meninggalkan kebiasaan lama yang tidak baik dan memulai kehidupan yang baru yang menjanjikan.

“Masa depan Papua sangat tergantung pada generasi mudanya dan masing-masing sila dalam Pancasila memberikan cara bagaimana bangsa Indonesia dari Sabang sampai Merauke harus hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara,” paparnya.

Editor buku “Masyarakat Pancasila” AM Putut Prabantoro bersamaPangdam XVII / Cenderawasih Mayjen TNI Ignatius Yogo Triyono, di ruang kerjanya, Jayapura, Selasa (22/6)

Editor buku “Masyarakat Pancasila” AM Putut Prabantoro bersamaPangdam XVII / Cenderawasih Mayjen TNI Ignatius Yogo Triyono, di ruang kerjanya, Jayapura, Selasa (22/6)

Sementara Igntius Yogo Triyono mendukung pernyataan Kapolda Mathius D Fakhiri. Dia menegaskan mewujudkan keadilan, kesejahteraan, Papua yang damai adalah kerja gotong royong semua warga masyarakat.

“Itu bukan kerja Kapolda ataupun Pangdam saja yang memberi rasa aman atau rasa damai. Mimpi hanya bisa terwujud jika kerja gotong royong, bersama-sama antara jajaran pemerintah dan warga masyarakatnya, persatuan antar masyarakat Papua dari mana saja asalanya. Papua yang kaya akan mempunya arti bagi kesejahteraan masyarakatnya, jika kita semua menyadari dan bekerja keras untuk mewujudkan kesejahteraannya,” katanya.

Menurut Pangdam, tidak ada suatu keberhasilan, kesuksesan yang dicapai tanpa kerja keras. “Kerja keras seperti apa? Apa artinya sebuah kekayaan ataupun warisan berlimpah jika kita tidak dapat mewujudkan kesejahteraan bagi masyarakat Papua,” ujar Pangdam Cenderawasih itu.

Bagi Yogo Triyono, masyaraka Papua harus bangga memiliki kekayaan yang berlimpah dan tidak seperti beberapa daerah Indonesia lain yang tidak memiliki kekayaan alam. Namun tidak cukup hanya berbangga saja, masing-masing warga Papua harus bertanggang jawab atas hidupnya dengan mewujudkan impiannya melalui Pancasila.

“Generasi muda Papua jangan terus berkeluh kesah dan jangan lemah. Karena kalau terus mengeluh mereka melawan anugerah Tuhan karena ditakdirkan menjadi orang yang kuat secara fisik dan mampu hidup di alam yang luar biasa tantangannya. Generasi muda Papua harus melihat provinsi lain yang dapat hidup mesi tanpa kekayaan alam yang berlimpah. Berbanggalah karena hidup dalam alam yang kaya, bersyukurlah karena tidak semua alam Indonesia seperti Papua, bekerja keraslah untuk mewujudkan mimpi dan bertanggung jawab atas hidup yang diberikan Tuhan,” tegas Yogo Triyono. (*)

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *