Andalkan Kolektivitas Tim, Italia Janjikan Sepak Bola Menyerang di Uero 2020

Pelatih Timnas Italia Roberto Mancini bersama tim Gli Azzuri yang dipersiapkan di Piala Eropa 2020.
Pelatih Timnas Italia Roberto Mancini bersama tim Gli Azzuri yang dipersiapkan di Piala Eropa 2020.

ROMA (Awal.id) –  Timnas Italia mengusung misi besar pada keikutsertaannya di kejuaraan sepak bola Piala Eropa 2020. Kendati didukung sedikit pemain bintang, Gli Azzuri – julukan timnas Italia -, merasa optimis mampu berbicara pada ajang sepak bola di Benua Biru.

Penampilan Italia untuk lolos di putaran 24 besar Euro 2020 ini cukup mengesankan. Dari tujuh kali penampilan terakhirnya, Italia mampu menggilas semua lawan-lawannya.

Bek Leonardo Bonucci mengaku skuat timnas Italia saat ini memang tidak diisi oleh individu luar biasa seperti Cristiano Ronaldo atau Romelu Lukaku. Namun, dengan kolektivitas tim yang dimiliki, dia yakin Italia Piala Eropa 2020.

“Kami memulai pendekatan tertentu dengan Roberto Mancini dan itu terlihat jelas dalam pertandingan persahabatan terakhir melawan Republik Ceko. Semua tentang memulai serangan dari belakang,” ujar Bonucci.

“Tidak seperti tim lain, kami tidak memiliki individu yang luar biasa seperti Cristiano Ronaldo atau Romelu Lukaku. Pemain bintang kami adalah kesatuan dari tim ini ini,” tambahnya.

Gagal di FIGS

Sebelum melangkah ke Uero 2020, Italia gagal gagal lolos ke Piala Dunia 2018. FIGC (Federasi Sepak Bola Italia) pun langsung memberhentikan Gian Piero Ventura dan menunjuk Roberto Mancini sebagai penggantinya.

Di bawah kendali Mancini, Italia mulai menunjukkan perkembangan yang signifikan. Eks juru taktik Manchester City mulai meninggalkan skema permainan bertahan yang identik dengan Italia dan mengubah gaya anak asuhnya menjadi lebih atraktif dalam membangun serangan.

Kendati permainan lebih difokuskan pada permainan menyerang, Mancini tetap memperhatikan aspek pertahanan kokoh ala Italia dalam strateginya. Penerapan strategi ini membuahkan hasil, sehingga Italia mampu mencetak 21 gol dalam tujuh pertandingan terakhir dan tidak kebobolan.

Mantan pemain AC Milan ini menilai kegagalan Italia pada babak kualifikasi Piala Dunia 2028 merupakan masa kelam. Untuk itu, dia ingin  berjuang keras untuk mengembalikan Italia ke tempat yang seharusnya.

“Proyek ini mulai terbentuk, kami memiliki antusiasme, bakat muda dan pengalaman. Ketika Anda menjaga clean sheet, kredit tidak hanya diberikan kepada para bek. Karena jika Anda tidak memiliki tim yang bekerja, maka tembok itu akan runtuh. Saya sangat senang kini kami telah bermain dengan sepak bola menyerang. Meski begitu, kami pun tidak ingin bisa dibobol dengan mudah oleh lawan. Sebagai bek, Anda selalu suka menang 1-0,” kata Bonucci.

Italia bakal menghadapi Turki pada pertandingan pembuka Piala Eropa 2020 di Stadion Olimpico Roma, Sabtu (12/6/2021) dini hari WIB.

Dalam duel ini, Bonucci bakal bertemu rekan setimnya di Juventus Merih Demiral dan eks temannya di AC Milan Hakan Calhanoglu.

“Turki pantas dihormati. Mereka menunjukkan kekuatan ketika melawan Prancis. Hakan dan Merih adalah teman saya, kami sering berbicara dan Merih mengatakan dia tidak akan membiarkan saya mencetak gol,” tandasnya. (*)

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *