21 Warga Positif Covid-19, Dusun Karanglo Ungaran Lockdown

UNGARAN (Awal.id) – Kabupaten Semarang sejak beberapa hari lalu masuk zona merah Covid-19. Beberapa wilayah pun memutuskan untuk menutup akses atau lockdown.

Salah satunya Dusun Karanglo, Desa Kenteng, Kecamatan Bandungan. Jalan utama di wilayah itu secara bergantian dijaga oleh petugas Linmas agar tidak ada orang dari luar wilayah masuk ke Dusun Karanglo.

Kepala Desa Kenteng, Nurtati mengatakan, penutupan akses tersebut sudah mulai diberlakukan pada Selasa (22/6) lalu dan rencananya selama 14 hari.

Lockdown diberlakukan atas kesepakatan warga. Kemarin juga ada komunikasi dengan desa dan kecamatan,” jelasnya.

Nurtati menambahkan, warga Dusun Karanglo yang positif Covid-19 sebanyak 21 orang.

“Dari kecamatan memberi informasi jika ada yang positif dari lima rumah maka lockdown. Tapi di RT 5 itu ada kesalahan karena ada dua nama yang ternyata orang yang sama, akhirnya warga tetap memilih lockdown untuk perlindungan,” jelasnya.

Dijelaskan, ke-21 orang tersebut berdomisili di RT 2, 3, 4, 5, 6, dan 7. “Warga memilih lockdown agar penyebaran Covid-19 tidak semakin meluas. Apalagi ini yang kena terutama dari klaster hotel dan pabrik,” paparnya.

Nurtati mengatakan Pemerintah Desa Kenteng memberikan bantuan berupa bahan pangan kepada warga Dusun Karanglo.

“Ada sembako, vitamin, buah dan sayur. Jogo tonggo juga kita support. Jika memang ada yang kurang, nanti dari pengurus RT atau RW bisa komunikasi dengan perangkat desa,” paparnya.

Sementara petugas Linmas Dusun Karanglo Giman menuturkan penjagaan dilakukan selama 24 jam. “Warga luar daerah untuk sementara waktu tidak boleh berkunjung. Kalau warga Karanglo ingin keluar, hanya untuk keperluan yang penting dan mendesak,” ungkapnya. (is)

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *