Polrestabes Semarang Terima 2 Penghargaan dari Leprid

SEMARANG (Awal.id) – Polrestabes Semarang terima dua penghargaan sekaligus dari Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (Leprid), di Mapolrestabes, Kamis (27/5).

Penghargaan itu diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada jajaran kepolisian, karena terus berinovasi memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Selain itu, Polrestabes Semarang secara intens menggelar road show deradikalisasi ke sejumlah pondok pesantren dan terapi bagi anak berkebutuhan khusus dengan berkuda dinilai Leprid sebagai bentuk kepedulian kepada sesama.

Ketua Umum Leprid, Paulus Pangka menjelaskan pemberian apresiasi kepada Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Irwan Anwar, Kantor Kementerian Agama Kota Semarang, Yayasan Persadani dan Wartawan Unit Polrestabes Semarang karena dedikasi dan kepedulian merekaa dalam upaya deradikalisasi paham-paham intoleran ke sejumlah ponpes di Kota Semarang.

“Kegiatan itu menjadi inspirasi bagi semua pihak, untuk turut berpartisipasi dalam gerakan yang sama meredam penyebaran paham radikalisme,” kata Pangka.

Paulus menambahkan, Polrestabes Semarang melalui Sat Samapta juga mendapat penghargaan, karena turut peduli dalam proses penyembuhan terhadap anak autis atau berkebutuhan khusus. Yakni, melalui kegiatan berkuda.

“Lembaga Prestasi Indonesia menilai dan telah mengikuti serta menyelidiki bahwa ini adalah pertama kali di Indonesia, kegiatan yang diprakarsai oleh kapolrestabes Semarang. Kegiatan safari Ramadan deradikalisasi go to ponpes yang dilakukan sinergitas Polri dengan narasumbernya adalah napi teroris,” ujar Paulus.

Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Irwan Anwar mengatakan pihaknya terus berupaya memberikan pelayanan yang terbaik kepada warga Kota Semarang. Berbagai upaya terus dilakukan kepada masyarakat yang membutuhkan kehadiran aparat kepolisian.

“Kami ingin menciptakan atau mewujudkan dan mengadakan pelayanan publik secara maksimal kepada warga Kota Semarang. Kami ingin polisi ini bersinergi dengan pemerintah kota, untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat. Poinnya adalah bagaimana masyarakat Kota Semarang itu bisa merasakan kehadiran polisi ketika mereka butuh bantuan kepolisian,” jelas Irwan.

Menurut Irwan, pihaknya telah membuat aplikasi Libas yang bisa dimanfaatkan masyarakat dalam mendapatkan pelayanan kepolisian. Tujuannya, agar tidak ada sekat antara kepolisian dengan masyarakat tetapi bisa menjaga jarak di tengah pandemi. (is)

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *