Pekalongan dan Kudus Banjir, Ribuan Rumah Warga Terendam

Salah satu wilayah di Pekalongan yang terendam air
Salah satu wilayah di Pekalongan yang terendam air

PEKALONGAN (Awal.id) – Banjir melanda beberapa daerah di Jawa Tengah akibat hujan deras yang turun sejak kemarin hingga hari ini. Di Kota Pekalongan tercatat ada 3.000 rumah warga yang terendam. Kondisi yang sama juga terjadi di beberapa wilayah Kabupaten Kudus akibat Sungai Piji meluap.

“Ada 500 warga yang mengungsi dan sebanyak 3.000 rumah yang terdampak banjir,” ujar Wakil Wali Kota Pekalongan, Afzan Arslan Djunaid, di pos pengungsian Gedung Serba Guna Sampangan, Selasa (19/1/2021).

Sejak Senin kemarin, Kota Pekalongan memang diguyur hujan. Namun penyebab munculnya banjir yang cukup merata tidak hanya karena intensitas hujan yang tinggi, tetapi juga karena meluapkan sungai di Kota Pekalongan. Dia menyebut banjir cukup merata terjadi di wilayahnya.

Baca Juga:  Perempuan Kerap Jadi Korban, Ganjar Ingatkan Isu Pernikahan Dini

“Terparah di Sampangan, Kebulen, Krapyak, Klego, dan Pesindon, Bugisan. Saat ini kondisi masih hujan kecil. Saya mengimbau kepada warga untuk senantiasa waspada dan hati-hati. Apalagi daerah atas juga terpantau masih hujan. Kemungkinan ada kiriman air kembali,” kata Afzan.

Menurut beberapa warga, banjir yang terjadi akibat meluapknya Sungai Kaki Loji . Air mulai masuk sejak pukul sembilan malam. Puncaknya pukul 23.30 malam, masuk rumah hingga satu meter. Dan banjir kali ini termasuk parah.

Baca Juga:  Ketua BK DPRD Jateng Minta MKD DPR RI Hadiri Pertemuan BK se-Jateng di Solo

Banjir Kudus

Sementara banjir di beberapa wilayah Kabupaten Kudus terjadi  karena curah hujan tinggi yang menyebabkan Sungai Piji meluap.

Di salah satu ruas jalan Desa Mejobo, Kecamatan Mejobo pada Selasa pagi ketinggian air di jalan mencapai 50 cm. Tidak sedikit kendaraan yang melintas mogok di tengah jalan. Jalan pun sempat tersendat.

Sedangkan di Desa Kesambi Kecamatan Mejobo pemukiman warga tampak terendam banjir. Genangan banjir ketinggian mencapai 30 cm. Kondisi yang sama juga tampak di wilayah RT 1 RW 11 Desa Kesambi. Namun kini air mulai surut setelah kemarin sempat setinggi 30 centimeter.

Baca Juga:  PLN Siap Listriki 780 Ribu Rumah Tangga Lewat Program Lisdes 2025–2029 di RUPTL Baru

Kepala BPBD Kudus Budi Waluyo mengatakan, pihaknya terus melakukan monitoring, Menurutnya, banjir di Kudus ini hampir merata di sejumlah wilayah. Banjir disebabkan karena curah hujan tinggi. Akibatnya sungai di Kudus meluap.

“Kejadian banjir hampir merata. Seperti di Kecamatan Mejobo, Kecamatan Jati, dan Kecamatan Kaliwungu,” ucap Budi saat dihubungi wartawan hari ini. (is)

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *