KONI Kota Semarang Gelar Rapat Pleno, Pandemi Covid-19 Tak Halangi Pembinaan Atlet

SEMARANG (Awal.id) – Komite Olahraha Nasional Indonesia (KONI) Kota Semarang tetap fokus melakukan pembinaan atlet di masa pandemi Covid-19. Hal itu sekaligus terkait dengan persiapan penyelenggaraan Porprov Jateng Tahun 2022.

Kepastian itu disampaikan Ketua Umum KONI Kota Semarang Arnaz Agung Andrarasmara dalam Rapat Pleno yang digelar melalui aplikasi meeting virtual, Senin (27/7) malam.

Arnaz menandaskan, selama pandemi pihaknya sudah melakukan langkah-langkah konkrit dan akan melanjutkan dengan program-program perioritas pada tahun 2020.

Baca Juga:  Mulai 8 Maret 2021, Batang Terapkan Pembelajaran Tatap Muka dengan Prokes

“Pembinaan prestasi atlet dalam rangka menyambut Porprov 2022 tetap berlangsung dengan inovasi dan pengaturan keamanan,” katanya.

Arnas juga berharap keberadaan pandemi Covid-19 tidak menyurutkan semangat pengurus dalam meningkatkan prestasi atlet, meski anggaran KONI dipangkas untuk kepentingan penanganan Covid-19.

“Anggaran kegiatan KONI banyak dipangkas, tapi pembinaan atlet tetap harus dilaksanakan. Maka kami berharap pengurus tetap semangat dan segera melaksanakan program-program yang telah ditetapkan dengan tetap memperhatikan norma administrasi.” pintanya.

Baca Juga:  Kunjungi Gubernur Ganjar, Atlet Sepeda dari Nusantara Cycling Team Diajak Gowes Keliling Semarang

Pada Rapat Pleno tersebut juga dilakukan reposisi beberapa pengurus. Hal itu sehubungan dengan adanya pengurus yang meninggal dunia dan pengurus yang mengundurkan diri karena kesibukan pekerjaan.

Sementara Sekretaris Umum KONI Kota Semarang, Tommy Soenyoto menyampaikan, hasil rapat pimpinan, dari 48 kegiatan yang sudah disetujui hanya menyisakan 15 kegiatan perioritas.

“Karena ada perubahan besar dan harus menyesuaikan anggaran yang ada di tahun 2020 ini kita hanya menyisakan 15 kegiatan,” ujar Tommy.

Baca Juga:  Pelita Air Service Serius Kembangkan Bisnis Penerbangan Regular, Datangkan Dua Airbus 320

Dari total pengajuan anggaran sepanjang 2020 sebesar Rp21 miliar, kini hanya menyisakan Rp11,5 miliar. Anggaran yang disetujui kurang prioritas, telah dicoret dan dikembalikan ke kas negara demi bantuan penanganan Covid-19.

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *