SIGESIT CAMPUREJO : PPK Ormawa KAMADIKSI UDINUS Ubah Sampah Plastik Menjadi Produk Bernilai Guna melalui Pojok Literasi Hijau Lestari

KENDAL (Awall.id) – Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) KAMADIKSI Universitas Dian Nuswantoro merealisasikan kegiatan “Gerakan Edukasi & Praktik Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi Desa Campurejo” melalui program Pojok Literasi Hijau Lestari. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Campurejo, Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal, pada Minggu, 12 Juli 2026.

Sampah plastik yang masih menjadi salah satu persoalan lingkungan yang membutuhkan keterlibatan masyarakat dalam pengelolaannya. Sehingga, PPK Ormawa KAMADIKSI UDINUS melalui Pojok Literasi Hijau Lestari menggelar edukasi dan praktik pengelolaan sampah anorganik di Desa Campurejo, Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal. Kegiatan ini dilaksanakan melalui kolaborasi bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kendal dan Bank Sampah Induk Kabupaten Kendal, dengan melibatkan masyarakat Desa Campurejo. Melalui kegiatan tersebut, SIGESIT berupaya membangun literasi lingkungan yang tidak hanya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah, tetapi juga mendorong masyarakat untuk mengolah sampah menjadi produk yang bermanfaat dan memiliki nilai ekonomi.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan dan sambutan, kemudian dilanjutkan dengan pengisian pre-test oleh peserta untuk mengetahui pemahaman awal mengenai pengelolaan sampah. Selanjutnya, peserta mengikuti sesi edukasi mengenai pemilahan dan pengelolaan sampah anorganik yang disampaikan oleh Ibu Nunuk Sarah Zanubia, S.Sos., M.Si., selaku Ketua Bank Sampah Induk (BSI) Kabupaten Kendal. Melalui sesi edukasi tersebut, peserta diajak memahami pentingnya memilah sampah sejak dari sumbernya serta mengenali berbagai jenis sampah yang masih memiliki potensi untuk dimanfaatkan dan diolah kembali.

Baca Juga:  Bea Cukai Semarang Bersinergi dengan Satpol PP Kabupaten Semarang Musnahkan Hampir 4 Juta Batang Rokok Ilegal

Dalam penyampaiannya, Ibu Nunuk Sarah Zanubia, S.Sos., M.Si. menekankan pentingnya membangun kebiasaan memilah sampah sejak dari sumbernya. Menurutnya, pengelolaan sampah membutuhkan perubahan cara pandang masyarakat agar sampah tidak selalu diposisikan sebagai sesuatu yang harus dibuang.

“Sampah sebenarnya masih memiliki nilai apabila dikelola dengan baik. Karena itu, masyarakat perlu membiasakan diri memilah sampah sejak dari rumah dan melihat peluang pemanfaatannya agar tidak semuanya berakhir menjadi limbah,” jelas Nunuk.

Tidak berhenti pada edukasi, peserta kemudian diajak melakukan praktik langsung mengolah tutup botol plastik bekas menjadi gantungan kunci. Praktik dilakukan dengan memanfaatkan tutup botol yang dipotong menjadi bagian kecil, kemudian dilelehkan menggunakan setrika dengan bantuan cetakan hingga membentuk lembaran plastik. Setelah dingin dan mengeras, hasil olahan tersebut dibentuk dan dirangkai menjadi gantungan kunci.

Baca Juga:  Gelar Kirab Pemilu 2024, KPU Kendal Ingin Sosialisasi Bisa Menjaga Integritas Calon Pemilih

Kegiatan praktik tersebut mendapat respons positif dari masyarakat. Ibu Warti selaku Ketua TP PKK Desa Campurejo menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan yang dinilai memberikan pengalaman baru bagi masyarakat, khususnya dalam memanfaatkan sampah rumah tangga.

“Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat karena masyarakat tidak hanya mendapatkan pengetahuan, tetapi juga langsung mempraktikkan bagaimana sampah yang ada di sekitar dapat dimanfaatkan kembali menjadi sesuatu yang berguna. Harapannya, keterampilan ini dapat diterapkan dan dikembangkan oleh masyarakat di rumah,” ujar Warti.

Menurutnya, kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah, dan masyarakat menjadi langkah penting dalam membangun kesadaran lingkungan secara bersama-sama.

Sementara itu, Syakira selaku Ketua Pelaksana Pojok Literasi Hijau Lestari menjelaskan bahwa program ini memang dirancang untuk menjadikan pembelajaran lingkungan lebih dekat dengan kehidupan masyarakat.

Baca Juga:  Gubernur Ganjar Keliling Cek Sekolah PTM 100 Persen

“Kami ingin literasi lingkungan tidak berhenti pada pemahaman mengenai bahaya sampah, tetapi berlanjut menjadi keterampilan dan aksi nyata. Melalui praktik sederhana seperti pembuatan gantungan kunci ini, masyarakat dapat melihat bahwa sampah plastik juga memiliki potensi untuk dimanfaatkan kembali,” ujar Syakira.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi, post-test, penyerahan plakat dan sertifikat, serta dokumentasi bersama.

Melalui Pojok Literasi Hijau Lestari, PPK Ormawa KAMADIKSI UDINUS bersama Dinas Lingkungan Hidup Kab. Kendal, Bank Sampah Induk Kab. Kendal dan masyarakat Desa Campurejo berupaya menumbuhkan budaya pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab sekaligus membuka wawasan mengenai potensi ekonomi dari sampah.

Dari sampah menjadi karya, dari kepedulian menjadi aksi. Pojok Literasi Hijau Lestari menjadi langkah kecil untuk membangun Desa Campurejo yang lebih sadar lingkungan, kreatif, dan berkelanjutan.***

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *