Koordinasi Intensif Matangkan Program PPL-KKN Internasional UPGRIS di Thailand Selatan 2026
SEMARANG (Awall.id) – Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Semarang (UPGRIS) bersama Al Hidayah Foundation mematangkan persiapan pelaksanaan Program PPL Internasional dan KKN Internasional di Thailand Selatan tahun 2026 melalui serangkaian koordinasi intensif.
Langkah ini menjadi bagian dari penguatan kerja sama internasional sekaligus implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dalam memperluas jejaring pendidikan global.
Koordinasi dilakukan secara bertahap melalui pertemuan daring maupun luring yang melibatkan pimpinan UPGRIS, UPT Kerja Sama dan Urusan Internasional (KUI), dosen pembimbing lapangan (DPL), Al Hidayah Foundation, serta sekolah-sekolah mitra di wilayah Hat Yai dan sekitarnya.
Berbagai aspek teknis dan akademik dibahas secara menyeluruh, mulai dari penempatan mahasiswa, penyelarasan kalender akademik, penyusunan program pembelajaran, hingga kesiapan logistik dan sistem pendampingan selama pelaksanaan kegiatan.
Rektor UPGRIS, Dr. Sri Suciati, M.Hum., menegaskan bahwa koordinasi merupakan fondasi utama dalam membangun kemitraan internasional yang berkualitas.
“Kerja sama internasional harus dibangun melalui komunikasi yang terbuka, perencanaan yang matang, dan komitmen bersama. Karena itu, setiap program UPGRIS selalu diawali dengan koordinasi intensif agar pelaksanaannya memberikan manfaat optimal bagi mahasiswa maupun institusi mitra,” ujarnya.
Dalam forum tersebut, UPGRIS dan Al Hidayah Foundation juga menyepakati sejumlah bentuk kolaborasi akademik yang disesuaikan dengan kebutuhan sekolah mitra di Thailand Selatan. Mahasiswa nantinya tidak hanya melaksanakan praktik mengajar, tetapi juga terlibat dalam program pengabdian kepada masyarakat, pengembangan literasi, pertukaran budaya, serta berbagai kegiatan yang mendukung peningkatan kapasitas sekolah.
Seluruh proses perencanaan mengacu pada kerangka IPCSA 5E sebagai model pengembangan program internasional UPGRIS. Pilar Education diwujudkan melalui penyusunan aktivitas pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan sekolah, sementara Exchange tercermin dari pertukaran gagasan dan praktik pendidikan terbaik antara UPGRIS dan institusi mitra.
Adapun Engagement diwujudkan melalui keterlibatan aktif seluruh pemangku kepentingan sejak tahap perencanaan hingga evaluasi program. Pilar Empowerment diarahkan untuk memberikan dampak nyata bagi sekolah dan masyarakat, sedangkan Employability dipersiapkan melalui pembekalan kompetensi global, komunikasi lintas budaya, kepemimpinan, dan keterampilan profesional bagi mahasiswa.
Kepala UPT Kerja Sama dan Urusan Internasional (KUI) UPGRIS, Dr. Nur Hidayat, M.Hum., mengatakan koordinasi yang intensif menjadi salah satu kunci keberhasilan kemitraan dengan Al Hidayah Foundation.
“Kami selalu mengedepankan prinsip saling percaya dan saling memahami. Melalui koordinasi yang baik, setiap pihak dapat menyampaikan kebutuhan, harapan, maupun tantangan sehingga program yang disusun benar-benar memberikan manfaat bersama. Inilah esensi kerja sama internasional yang berkelanjutan,” katanya.
Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) menyebut koordinasi juga memberikan kepastian bagi mahasiswa sebelum diberangkatkan.
“Mahasiswa memperoleh informasi yang lengkap mengenai budaya, sistem pendidikan, karakter sekolah, hingga target capaian program. Hal ini membuat mereka lebih siap secara akademik maupun mental ketika menjalankan PPL Internasional dan KKN Internasional di Thailand Selatan,” ujarnya.
Bagi UPGRIS, koordinasi bukan sekadar agenda administratif, tetapi menjadi strategi membangun kolaborasi internasional yang berkualitas dan berkelanjutan. Melalui komunikasi yang intensif dengan Al Hidayah Foundation, seluruh program diharapkan mampu menjawab kebutuhan sekolah mitra sekaligus memperkuat implementasi MBKM dalam konteks global.
UPGRIS optimistis pelaksanaan PPL Internasional dan KKN Internasional di Hat Yai, Thailand Selatan, akan semakin memperkuat kerja sama internasional, memperluas jejaring pendidikan global, serta menjadi implementasi nyata nilai-nilai IPCSA 5E dalam mencetak lulusan yang unggul, adaptif, dan berdaya saing internasional.***
















