UPGRIS Kembangkan IPCSA 5E, Model Kerja Sama Internasional Berbasis Tridarma

SEMARANG (Awall.id) – Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia (UPGRIS) terus memperkuat internasionalisasi melalui penerapan IPCSA 5E, sebuah model kerja sama internasional berbasis Tridarma Perguruan Tinggi yang mengintegrasikan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, pertukaran akademik, dan penguatan daya saing lulusan.

Model ini menjadi fondasi berbagai program internasional UPGRIS, termasuk Program Pengalaman Lapangan (PPL) Internasional dan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional bersama Al Hidayah Foundation di Thailand Selatan, khususnya wilayah Hat Yai.

Berbeda dengan kerja sama internasional yang hanya berfokus pada mobilitas mahasiswa, IPCSA 5E dirancang untuk memberikan dampak berkelanjutan bagi seluruh pihak yang terlibat.

Mahasiswa memperoleh pengalaman belajar lintas negara, dosen memperluas jejaring akademik, mitra mendapatkan kontribusi nyata dalam pengembangan pendidikan, sementara universitas memperkuat reputasinya sebagai institusi yang aktif membangun ekosistem pendidikan internasional.

Model IPCSA 5E dibangun atas lima pilar utama, yakni Education, Exchange, Engagement, Empowerment, dan Employability.

Kelima pilar tersebut saling terintegrasi dalam setiap program internasional UPGRIS sehingga mampu menghasilkan manfaat akademik sekaligus dampak sosial bagi masyarakat.

Baca Juga:  Jateng Terpilih Jadi Tuan Rumah Pomnas XIX 2025

Pada aspek Education, mahasiswa mengikuti pembelajaran dan praktik mengajar melalui PPL Internasional di sekolah-sekolah mitra di Thailand Selatan.

Pengalaman tersebut diperkaya melalui KKN Internasional yang mendorong mahasiswa berinteraksi langsung dengan masyarakat, memahami budaya lokal, serta mengembangkan solusi atas berbagai kebutuhan pendidikan.

Sementara itu, aspek Exchange diwujudkan melalui pertukaran pengetahuan, pengalaman, budaya, dan praktik terbaik antara sivitas akademika UPGRIS dengan institusi pendidikan di Thailand Selatan.

Adapun Engagement menitikberatkan pada keterlibatan aktif mahasiswa, dosen, sekolah, dan masyarakat dalam membangun kolaborasi yang saling menguntungkan.

Pilar Empowerment diwujudkan melalui berbagai program pendampingan pembelajaran, penguatan literasi, pengembangan karakter peserta didik, hingga pemberdayaan masyarakat berbasis pendidikan.

Sedangkan Employability difokuskan pada peningkatan kompetensi global mahasiswa, mulai dari kemampuan komunikasi lintas budaya, kepemimpinan, adaptasi di lingkungan internasional, hingga keterampilan profesional yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.

Baca Juga:  Tiket KA Lebaran Sudah Bisa Dipesan

Rektor UPGRIS, Dr. Sri Suciati, M.Hum., menegaskan bahwa internasionalisasi harus memberikan nilai tambah yang nyata bagi pengembangan institusi maupun kualitas lulusan.

“Bagi UPGRIS, kerja sama internasional bukan sekadar mengirim mahasiswa ke luar negeri, tetapi membangun sistem pembelajaran yang memberikan pengalaman global, memperkuat implementasi MBKM, dan menghasilkan dampak bagi masyarakat. IPCSA 5E menjadi model yang menyatukan seluruh unsur Tridarma dalam satu ekosistem kolaborasi internasional,” ujarnya.

Kepala UPT Kerja Sama dan Urusan Internasional (KUI) UPGRIS, Dr. Nur Hidayat, M.Hum., mengatakan keberhasilan implementasi IPCSA 5E tidak lepas dari dukungan berbagai mitra internasional, termasuk Al Hidayah Foundation yang selama ini menjadi mitra strategis UPGRIS di Thailand Selatan.

“Kemitraan dengan Al Hidayah Foundation menunjukkan bahwa hubungan internasional yang berkelanjutan harus dibangun atas dasar saling percaya, saling memberi manfaat, dan memiliki visi yang sama dalam meningkatkan kualitas pendidikan. IPCSA 5E menjadi kerangka kerja yang memastikan setiap program memiliki dampak akademik, sosial, dan kelembagaan,” katanya.

Baca Juga:  Dukung Orang Tua Anak Disabilitas, Fakultas Psikologi USM Gelar Psikoedukasi Mindful Parenting

Salah seorang peserta PPL Internasional dan KKN Internasional mengaku memperoleh pengalaman yang jauh melampaui proses belajar di ruang kuliah.

“Kami belajar menjadi pendidik sekaligus duta budaya Indonesia. Berinteraksi dengan guru dan siswa di Thailand Selatan membuat kami lebih percaya diri, terbuka terhadap perbedaan, dan memahami pentingnya kolaborasi internasional dalam dunia pendidikan,” ungkapnya.

Ke depan, UPGRIS akan terus memperluas implementasi IPCSA 5E melalui pengembangan program mobilitas mahasiswa dan dosen, penelitian kolaboratif, pengabdian kepada masyarakat, pertukaran akademik, serta inovasi pembelajaran bersama berbagai mitra luar negeri.

Melalui model IPCSA 5E, UPGRIS menegaskan komitmennya untuk menghadirkan internasionalisasi yang berdampak, mendukung implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), memperkuat pelaksanaan PPL Internasional dan KKN Internasional, serta menghasilkan lulusan yang unggul, adaptif, dan siap bersaing di tingkat global bersama mitra strategis di Hat Yai, Thailand Selatan.***

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *