“Herb Bar Party” Pameran Jamu Tradisional dengan Sentuhan Modern di Festival Budaya Komukino “Jateng Ayem” Universitas Semarang

SEMARANG (Awall.id) – Upaya pelestarian jamu tradisional dilakukan melalui pendekatan kreatif yang menyasar generasi muda. Salah satunya diwujudkan lewat campaign bertajuk “Herb Bar Party” yang menjadi bagian dari rangkaian Festival Budaya Komukino Jateng Ayem di Universitas Semarang, Minggu (22/12).
Campaign ini mengangkat jamu sebagai media komunikasi budaya sekaligus sarana edukasi kesehatan berbasis kearifan lokal Jawa Tengah. Jamu tidak lagi diposisikan hanya sebagai minuman tradisional, tetapi dikemas secara modern, santai, dan interaktif agar lebih dekat dengan gaya hidup mahasiswa.
Panitia kegiatan, Arundaya, menyampaikan bahwa “Herb Bar Party” dirancang untuk merespons menurunnya minat generasi muda terhadap jamu tradisional. Konsep booth bernuansa tradisional Jawa dipadukan dengan elemen modern untuk menghadirkan pengalaman baru dalam mengenal jamu tanpa meninggalkan nilai budaya.
Dalam pelaksanaannya, pengunjung Festival Budaya Komukino Jateng Ayem dapat menikmati jamu gratis, seperti kunyit asam dan beras kencur. Setiap sajian dilengkapi penjelasan singkat mengenai manfaat kesehatan, kandungan bahan alami, serta filosofi jamu sebagai warisan budaya yang diwariskan secara turun-temurun.
Aspek edukasi diperkuat melalui penyediaan poster informatif dan barcode atau QR Code yang terhubung dengan materi digital seputar jenis, manfaat, dan proses pembuatan jamu tradisional. Panitia juga menampilkan bahan-bahan jamu secara langsung, seperti kunyit, jahe, kencur, dan asam jawa, agar pengunjung dapat mengenali komposisi jamu secara visual.
Antusiasme pengunjung terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Selain mencicipi jamu, pengunjung aktif berdialog dengan panitia mengenai khasiat, proses peracikan, hingga sejarah jamu tradisional. Panitia yang mengenakan busana tradisional Jawa turut memperkuat suasana budaya dan menarik perhatian pengunjung festival.
Respons positif tersebut menunjukkan bahwa pendekatan kampanye berbasis kegiatan dinilai efektif sebagai sarana edukasi dan komunikasi budaya di lingkungan kampus. Berdasarkan evaluasi panitia, “Herb Bar Party” mampu meningkatkan pemahaman dan ketertarikan generasi muda terhadap jamu tradisional serta mengubah persepsi jamu menjadi bagian dari gaya hidup sehat yang relevan dengan masa kini.
Melalui kegiatan ini, Festival Budaya Komukino Jateng Ayem tidak hanya menjadi ruang kreativitas mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Semarang, tetapi juga berkontribusi dalam upaya pelestarian budaya lokal. Program serupa diharapkan dapat dikembangkan dengan jangkauan yang lebih luas serta memanfaatkan media digital sebagai sarana edukasi berkelanjutan.***



















