Ferry Dorong Percepatan Penggunaan Mobil Listrik di Jateng

Wakil Ketua DPRD Jateng Ferry Wawan Cahyono
Wakil Ketua DPRD Jateng Ferry Wawan Cahyono

SEMARANG (Awal.id) – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) terus melakukan terobosan untuk mengurangi ketergantungan penggunaan energi yang bersumber pada bahan bakar minyak (BBM). Salah satu upaya yang kini mulai digalakkan adalah penggunaan mobil listrik pada dinas-dinas di Pemprov Jateng.

Penggunaan mobil listrik di lingkungan Pemprov Jateng ini ditandai dengan launching mobil listrik milik Dinas ESDM oleh Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, di Desa Krendowahono, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar, Kamis (25/8/2022).

Wakil Ketua DPRD Jateng Ferry Wawan Cahyono mendorong percepatan penggunaan mobil listrik di wilayah ini. Penggunaan mobil listrik ini selaras dengan Peraturan Presiden (Perpres) tentang Percepatan Pengembangan Kendaraan Bermotor Listrik (Mobil Listrik) yang telah diteken oleh Presiden Joko Widodo.

“Perpres tersebut menjadi landasan bagi pelaku industri otomotif di Indonesia untuk membangun dan mengembangkan mobil listrik,” kata Ferry, di Semarang, Jumat (26/8).

Baca Juga:  Usai Tinjau Mal dan Swalayan, Ganjar Prediksi Lebaran Tahun Ini Lebih Ramai

Ferry menyebut mobil listrik menjadi solusi terbaik untuk menjadi kendaraan andalan di masa depan. Mobil listrik menggunakan sumber energi dari baterai, tidak menggunakan BBM, sehingga dinilainya menjadi moda transportasi yang ramah lingkungan.

“Mobil listrik tidak mengeluarkan asap berupa karbon dioksida (C02) yang dapat mengganggu pernafasan manusia, tidak seperti kendaraan yang menggunakan BBM,” paparnya.

Di sisi lain, menurut Politikus asal Partai Golkar ini, penggunaan mobil listrik dapat menghemat keuangan negara dibandingkan dengan kendaraan yang sumber energinya dai BBM. Apalagi, sambungnya, keuangan Indonesia terus tergerus akibat terlampau banyak menyubsidi BBM yang harga semakin melambung.

Menurut Ferry, Indonesia sudah mencatatkan diri mampu memproduksi mobil listrik pada tahun 2021. Dengan kemampuan untuk memproduksi mobil listrik dalam negeri, Pemerintah Indonesia mencanangkan pada tahun 2024 di seluruh instansi pemerintahan sudah menggunakan mobil listrik.

Baca Juga:  Kartu Deklarasi Sehat Jadi Syarat Baru CASN 2021, Apa Itu?

Melihat keunggulan mobil listrik tersebut, wakil rakyat asal daerah pemilihan Kabupaten Banjarnegara, Kabupaten Purbalingga dan Kabupaten Kebumen ini mendorong semua dinas-dinas di Pemprov Jateng beserta aparatur sipil negara (ASN) agar menggunakan mobil listrik sebagai moda transportasinya.

“Jika masyarakat Jateng menggunakan mobil listrik, hal ini busa menjadi solusi atas pencemaran lingkungan akibat emisi karbon kendaraan yang mengakibatkan pencemaran udara. Terutama, di daerah perkotaan,” paparnya.

Keuntungan lain yang didapat para pengguna mobil listrik, kata Ferry, yakni mendapatkan insentif pajak PPnBM yang sangat besar. “ Aturan pajak mobil listrik ini tertuang di PP No.74 Tahun 2021, yaitu pajak penjualan PPnBM untuk mobil listrik akan dikenakan 15% dengan Dasar Pengenaan Pajak 0%,” tambahnya.

Produsen Mobil Listrik

Untuk peralihan penggunaan mobil dari BBM menjadi mobil listrik, menurut Ferry, sejumlah produsen siap untuk memproduksi mobil ramah lingkungan di Jawa Tengah. Kabupaten Batang telah disiapkan untuk dijadikan kawasan industri yang membuat berbagai jenis mobil listrik.

Baca Juga:  Hakordia 2022, Ferry Wawan: Berkomitmen Menguatkan Pemberantasan Korupsi Membangun Indonesia Pulih Bersatu Berantas Korupsi

“Kawasan Industri Batang (KIB) akan jadi pusat produksi mobil listrik terbaik di Indonesia. Sejumlah perusahaan besar, seperti LG, Foxconn, Tesla sudah siap masuk ke sana,” katanya.

Ferry menjelaskan pada tahap awal penggunaan mobil listrik, Jateng akan menggunakan mobil Hyundai Ioniq 5 untuk Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

“Penggunaan mobil listrik di dinas ini menunjukkan Pemprov Jateng serius untuk memakai mobil listri berbasis baterai sebagai kendaraan dinas bagi para pejabat di jajarannya,” katanya.

Ferry berharap penggunaan mobil listrik di Dinas ESDM bisa diikuti dinas-dinas lain, sehingga ketergantungan terhadap BBM dan upaya menciptakan lingkungan udara yang sehat di kota-kota besar Jateng dapat direalisasikan. (adv/anf)

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *