Wali Kota Hendi Ziarah ke Makam Sunan Pandanaran II Pendiri Kota Semarang

Dok Humas Pemkot Semarang

SEMARANG (Awal.id) – Jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang diminta untuk memahami perjuangan leluhur khususnya di dalam membangun Kota Semarang.

Hal itu dikatakan Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi  saat berziarah ke Makam Sunan Pandanaran II atau yang biasa dikenal dengan Sunan Bayat di Kabupaten Klaten, Kamis (17/3).

“Jadi yang pertama, supaya kawan-kawan memahami perjuangan mereka babat alas Kota Semarang itu luar biasa. Mulai dari dusun kemudian dusunnya berkembang baik, sampai kerajaan Pajang dan Mataram menetapkan Bergota ini sebagai satu kabupaten namanya Kabupaten Semarang dan kemudian berkembang ke Kota Semarang,” ujar dia

Baca Juga:  Tekan Angka Stunting di Semarang, Hendi Luncurkan Program Dapur Sehat

Selain itu, dirinya juga berharap agar kawan-kawan pemerintah Kota Semarang memahami filosofi Jawa yaitu “Sangkan Paraning Dumadi”. Hendi mengemukakan kalimat tersebut memiliki arti bahwa kita harus ingat jika suatu saat akan kembali ke sang pencipta.

“Dengan panjenengan rawuh di sini kemudian panjenengan memahami bahwa hidup ini dari awal selalu ada akhirnya. Mudah-mudahan kinerja panjenengan ini benar-benar terjaga dan tertata, selalu maksimal mulai dari masyarakat,” ujar Hendi.

Selain berziarah ke Makam Sunan Bayat, sebelumnya Hendi juga berziarah ke makam Ki Ageng Pandanaran di Mugas. Dan menurut rencana, dirinya juga akan berziarah ke makam Wali kota pertama Kota Semarang, Moch Ichsan.

Baca Juga:  Tekan Angka Stunting, Wali Kota Hendi - Tia Kolaborasi Luncurkan SI BENING

“Kita kalau mau ulang tahun saya bawa rombongan temen-temen untuk berziarah ke tempat-tempat para leluhur kita supaya kawan-kawan paham bahwa hari ini kita ada di birokrasi pemerintahan Kota Semarang ini karena perjuangan beliau-beliau,”ujarnya.

Selain itu, Ia mengingatkan jajarannya supaya selalu istiqomah dalam menjalankan tugas.

“Kita harus istiqomah, jangan macem-macem karena suatu saat kita akan dipanggil sang pencipta. Jadi kurang lebih pemahaman itulah yang harus kita pahami supaya kemudian di dalam konteks kehidupan kita semuanya bisa saling menghormati, menghargai dan bekerja sesuai dengan tupoksi sesuai wilayah kita masing-masing. Insyaa Allah hal-hal ini menjadi tujuan kita,” kata dia.

Baca Juga:  Barometer Tinju Indonesia, Wali Kota Semarang Komitmen Dukung Peningkatan Prestasi Tinju

kegiatan ziarah makam ini, diharapkan dapat mewarisi nilai-nilai perjuangan dari Sunan Bayat maupun Sunan Pandanaran,sehingga dapat membangun negeri khususnya kota Semarang.(red)

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *