Hari Kebangkitan Nasional, Ferry : Saatnya Bangkit, Kejar Berbagai Ketertinggalan Akibat Pandemi

SEMARANG (Awal.id) – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Tengah, Ferry Wawan Cahyono mengatakan, Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei 2022 yang jatuh Jumat hari ini harus menjadi momentum bagi kebangkitan bersama seluruh rakytat dan pemerintah, untuk bangkit mengejar berbagai ketertinggalan yang ada selama masa pandemi covid-19.
‘’Meredanya badai pandemi covid-19, dan kini berada pada masa transisi dari pandemi ke endemi, merupakan kondisi yang perlu disyukuri bersama. Selama masa pandemi, semua sendi kehidupan masyarakat, pemerintah dan negara serba sangat terbatas. Kegiatan perekonomian, pendidikan, sosial masyarakat sempat terhenti, dilarang, dibatasi. Kini semakin menurunnya angka covid-19., yang ditandai pelonggaran penggunaan masker di tempat umum, harus kita jadikan momentum bahwa kita semua harus mulai bangkit mengejar berbagai ketertingggalan yang selama masa pandemi menghambat sendi kehidupan masyarakat dan negara,’’ papar Ferry Wawan Cahyono, wakil rakyat Jawa Tengah dari Partai Golkar.
Ferry memaklumi jika banyak masyarakat yang menurun kemampuan ekonominya selama dua tahun terakhir. Kegiatan pendidikan di sekolah-sekolah dilakukan dengan sangat ketat seusai protokol kesehatan.
‘’Kita ketahui bersama, selama masa pandemi, kegiatan perekonomian masyarakat dibatasi. Toko-toko, kegiatan perniagaan atau perdagangan jam bukanya dibatasai, tidak boleh terlalu malam. Warga tidak boleh erekrumunn, sehingga berbagai kegiatan atau aktivittas di tempat terbuka maupun di dalam ruangan dillarang. Kalau toh diperbolehkan, dengan jumlah yang terbatas, jaga jarak, memakai masker seusai protokol kesehatan. Tentu ini membawa berbagai dampak, baik dampak ekonomi maupun sosial,’’ kata Ferry.
Nah, seiring membaiknya kondisi, menurut Ferry, warga mulai bisa lebih bebas beraktivitas. Namun, meski demikian menurut Ferry, tidak boleh terlalu euforia. Kelonggaran yang ada, harus tetap disertai kehati-hatian dan kewaspadaan.
‘’Mari kita bangkit. Semangat kembali untuk melakukan berbagai kegiatan. Semoga membaiknya situasi pandemi, segera dikejar oleh peningkatan kehidupan ekonomi masyarakat,’’ tandas Ferry.
Kegiatan pendidikan pun kini mulai menunjukkan perkembangan menggembirakan. Kuota murid masuk sekolah sudah 100 persen, meski jam sekolah masih belum normal penuh. Inipun disambut gembira oleh siswa.
Beberapa contoh kecil yanng bisa mulai dilakukan, jika selama ini anak-anak sekolah khususnya murid baru angkatan 2020 dan 2021 kesulitan mengenali wajah temannya, setelah pelonggaran penggunaann masker, bisa mulai mengenali lebih leluasa wajah temannya.
Demkian juga interaksi fisik atau interaksi tatap muka langsung bisa lebih leluasa dilakukan, sehingga lebih terjallin keakraban. Berbeda jika melulu menggunakan cara daring,’’ kata Ferry.
Diapun berharap pada tahun ajaran baru sekolah 2022/2023 dua bulan lagi, kegiatan pembelajaran di sekolah sudah bisa dilaksankan normal seratus persen seperti sebelum ada pandemi. (adv/anf)




















