Kapolda Jateng Terima Penghargaan dari Komnas Perlindungan Anak

SEMARANG (Awal.id) – Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi menerima beberapa penghargaan dari Komisi Nasional (Komnas) Perlindungan Anak. Sejumlah penghargaan yang diberikan adalah sejumlah pengungkapan berbagai kasus human trafficking dan program ’Aku Sedulurmu’ yang diciptakan oleh Polda Jateng.

Ketua Komnas Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait memaparkan penghargaan diberikan karena Polda Jateng, khususnya unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Ditreskrimum, dinilai sangat responsif dalam mengungkap kasus asusila, terutama yang menimpa kalangan anak-anak. Dia juga menilai perlindungan dan pelayanan terhadap korban juga sangat baik, sehingga hak-hak mereka terpenuhi.

Baca Juga:  Bangunan Tempat Penyalaan Lilin Klenteng Sam Po Kong Terbakar

Arist menjelaskan Komnas Perlindungan Anak juga mempunyai peran memberikan semangat dan saran dalam penegakan hukum yang dilakukan Polri. Oleh sebab itu, kerja cepat Polri patut diapresiasi.

“Saya sangat mengapresiai kerja cepat dari jajaran Polri dalam mengungkap beberapa kasus tersebut. Karena Komnas Perlindungan Anak mempunyai tugas membangun kemitraan strategis dalam penegakan hukum, k hususnya dalam tindak pidana yang melibatkan anak-anak,” papar Arist saat memberikan sambutan setelah penyerahan penghargaan, Rabu (24/11).

Baca Juga:  Polres Batang dan Polda Jateng Ungkap Kasus Pembunuhan Wanita di Batang

Selain itu, Komnas Perlindungan Anak juga memberikan penghargaan kepada Kapolda atas perhatian yang diberikan pada anak-anak yatim piatu akibat covid19 yang diwujudkan lewat program Aku Sedulurmu. Diketahui, Program Aku Sedulurmu merupakan cerminan visi dan misi Komnas Perlindungan Anak.

“Diketahui, Indonesia terdapat 273 ribu anak yatim piatu yang orang tuanya meninggal karena Covid-19. Mereka tersebar di beberapa provinsi. Anak-anak yatim piatu dalam semua agama harus didahulukan. Nah, inisiatif Polda Jateng membuat program Aku Sedulurmu sangat luar biasa. Program ini patut untuk mendapat penghargaan,” tandas Arist.

Baca Juga:  Rapat dengan Komisi II DPR, KPU Simulasikan Jadwal Tahapan Pilkada 2024

Menurut Arist, yatim piatu sangat rentan menjadi korban kekerasan dan perdagangan orang, karena tidak memiliki keluarga alternatif. Baginya program Aku Sedulurmu patut diapresiasi, karena tidak hanya memberi bantuan materi pada anak-anak, namun juga dapat menciptakan keluarga alternatif bagi mereka. (is)

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *