Dukung Pengasuhan Anak Menuju Indonesia Emas 2045, PLN IP UBP Semarang dan BKKBN Jateng Tandatangani PKS Program Tamasya

PLN IP UBP Semarang dan BKKBN Jateng tandatangani perjanjian kerja sama (PKS) program Tamasya

SEMARANG (Awall.id) – PT PLN Indonesia Power (IP) UBP Semarang menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) Program Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya) dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Tengah.

Penandatanganan berlangsung di Hotel Haris Sentraland Semarang yang dihadiri sejumlah perusahaan dan pemangku kepentingan, Sabtu (20/9/2025).

Deputi KSPK BKKBN, Nopian Andusti, menyampaikan, salah satu tantangan yang dihadapi calon ibu maupun ibu bekerja adalah kekhawatiran karier mereka terganggu ketika harus mendampingi tumbuh kembang anak.

Baca Juga:  Sambangi Rumah Tanto Mendut Malam-malam, Apa Tujuan Ganjar?

Program Tamasya hadir sebagai solusi untuk memperkuat layanan pengasuhan sekaligus meningkatkan partisipasi lintas sektor.

Ketua Tim Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Masyarakat BKKBN Jawa Tengah, Nitya Apranadyanti, menyebut, program Tamasya memiliki empat fokus utama, yakni peningkatan kapasitas pengasuh, pelaksanaan kelas pengasuhan, praktik pemantauan tumbuh kembang anak melalui Kartu Kembang Anak (KKA) dan aplikasi Si Bima, serta pelibatan lebih dari 250 peserta TPA dari Kota Semarang, Kendal, Demak, dan Boyolali.

Baca Juga:  Gandeng Generasi Z, XLSMART Dorong Transformasi Digital Lewat Female Future Leader Batch 1

Sementara itu Senior Manager PT PLN Indonesia Power UBP Semarang, Flavianus Erwin Putranto menjelaskan, pihaknya telah melakukan pendampingan pada dua TPA, yakni Rumah Pelita dan TPA Hj. Sunariah.

Bentuk pendampingan tersebut meliputi rujukan intervensi berat badan, kelas rujukan, pemberian KKA, hingga distribusi makanan tambahan untuk balita stunting dan bayi dengan berat lahir rendah (BBLR).

“Melalui program Tamasya diharapkan anak-anak tumbuh ceria, sementara para ibu dapat bekerja dengan tenang. Program ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan dukungan bersama dari berbagai perusahaan sebagai wujud kepedulian terhadap generasi penerus. Inilah langkah nyata untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045,” ujar Erwin.

Baca Juga:  Wahid Foundation ajak Warga Tingkir Lor Ikuti Workshop Pendampingan Korban Kekerasan Seksual

Melalui sinergi ini diharapkan dapat memperkuat koordinasi antar-pemangku kepentingan, memperluas layanan pengasuhan anak, serta memastikan pemantauan tumbuh kembang berjalan rutin dan optimal demi lahirnya generasi tangguh menuju Indonesia Emas.

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *