Menaker Yassierli Tekankan Pentingnya Pemagangan di Luar Negeri untuk Bangun Duta Bangsa Indonesia

JAKARTA (Awall.id) – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengatakan, program pemagangan tenaga kerja Indonesia di luar negeri adalah salah satu program prioritas Kemnaker.

Menaker menyatakan, pihaknya terus mengupayakan agar program pemagangan bagi peserta asal Indonesia dapat terus diperluas.

Menurut Menaker, peserta pemagangan adalah salah satu “Duta Indonesia” di luar negeri, sehingga mereka harus memperhatikan empat hal.

Pertama, menjaga nama baik Indonesia. Menurut Menaker, saat di luar negeri, seseorang sering digeneralisasikan dengan bangsa asalnya. Manakala dia dianggap jelek maka akan mengeneralisasi bahwa satu bangsa jelek.

Baca Juga:  Hendi Tetapkan Hari Selasa Jadi Hari Angkutan Umum Kota Semarang

“Tapi jika kesannya orang baik, orang disiplin, ulet, pekerja keras, maka itu akan menjadi image yang baik bagi bangsa Indonesia. Itulah yang disebut sebagai duta bangsa, kita harus menjaga nama baik bangsa Indonesia,” ujar Menaker, Kamis (13/3/2025).

Kedua, menggunakan waktu luang untuk belajar hal-hal lain di luar program pemagangan. Menurut dia, peserta pemagangan harus bisa mengeksplorasi banyak hal selama di luar negeri sebagai bekal diri untuk kembali ke Indonesia.

Baca Juga:  Habib Puang Makka Makassar Sebut Visinya Sama dengan Ganjar

Ketiga, membangun jejaring atau relasi selama di luar negeri. Hal ini dilakukan dengan berinteraksi dengan sesama pemagang dari Indonesia, pemagang dari negara lain, maupun orang lainnya.

“Gunakan kesempatan magang untuk belajar sebanyak-banyaknya. Banyak hal yang bisa dipelajari di luar program magang,” ujar Menaker.

Keempat, adalah menjaga akhlak. Menurut dia, bangsa Indonesia yang berlandaskan Pancasila memiliki nilai dan akhlak yang harus dijaga.

Baca Juga:  Kontingen Indonesia Tampil Memukau, Opening Ceremony Asean Para Games Solo XI  2022 Berlangsung Meriah dan Sukses

“Tidak ada alasan, kita sudah punya akhlak kepada Tuhan, kepada orang tua, jadi lupa karena sibuk magang,” ujar Menaker.

“Kita ke luar negeri jangan sampai lebih barat dari orang barat, lebih Jepang dari orang Jepang. Kita punya value, nilai, jangan gaya-gayaan. Konsisten dengan value kita, mereka pasti respect kepada kita. Sehingga kita menjadi duta yang lengkap dalam hal kinerja, dalam hal disiplin, dalam hal akhlak,” jelas Menaker.

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *