Tim PkM USM Beri Pelatihan Manajemen Beban Kerja

Kegiatan pelatihan bertajuk "Manajemen Beban Kerja untuk Meningkatkan Kesejahteraan Psikologis" digelar Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Semarang (PkM USM) di Balai Kelurahan Sembungharjo, pada 21 Desember 2024
Kegiatan pelatihan bertajuk "Manajemen Beban Kerja untuk Meningkatkan Kesejahteraan Psikologis" digelar Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Semarang (PkM USM) di Balai Kelurahan Sembungharjo, pada 21 Desember 2024

SEMARANG (Awall.id) – Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Semarang (PkM USM) menggelar Pelatihan bertajuk “Manajemen Beban Kerja untuk Meningkatkan Kesejahteraan Psikologis” di Balai Kelurahan Sembungharjo pada 21 Desember 2024.

Kegiatan itu diikuti oleh beberapa anggota Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) di salah satu wilayah di Semarang.

Tim PkM USM terdiri atas Ketua, Irwan Desyantoro S.Psi M.Psi, anggota Dewi Puspita Sari, S.Psi M.Psi dan Agung Santoso Pribadi, S.Psi M.Psi.

Baca Juga:  Pelantikan PPPJ Angkatan LXXX: Jaksa Agung Ingatkan Pentingnya Transformasi Mental Jaksa

Irwan mengatakan, tujuan kegiatan membantu peserta memahami dan mengelola beban kerja secara efektif, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan psikologis di tengah tekanan akademik dan organisasi.

Irwan Desyantoro, S.Psi M.Psi. memaparkan pentingnya manajemen waktu dan teknik praktis.

”Keseimbangan antara tugas organisasi, akademik, dan kehidupan pribadi adalah kunci untuk menjaga kesehatan mental,” ujar Irwan.

Dia menambahkan, dampak negatif adanya beban kerja akan menjadi stres. Untuk itu, agar tidak stres harus mengelola beban kerja antara lain dengan pendekatan mindfulness dan melatih kesadaran penuh.

Baca Juga:  Wakil Ketua DPRD Jateng Ferry Wawan Cahyono Ucapkan Selamat Hari Pers Nasional 2024

”Dengan melatih kesadaran penuh, kita dapat lebih fokus pada tugas dan mengurangi tekanan berlebihan,” jelasnya.

Menurutnya, selama kegiatan peserta diberikan simulasi kelompok tentang cara membangun komunikasi yang sehat dalam organisasi. Mereka diberikan latihan kerja sama tim untuk mencegah terjadinya burnout.

”Kerja sama dan empati antar-anggota organisasi sangat penting untuk mencegah burnout,” tambahnya.

Kegiatan tersebut mendapat respons positif dari peserta. Salah satu peserta, Ahmad Susanto mengatakan, pelatihan tersebut sangat bermanfaat karena memberikan wawasan baru.

Baca Juga:  Dr Supari Dikukuhkan sebagai Dewan Kehormatan Peradi Kota Semarang

“Saya sekarang lebih paham cara mengelola tugas organisasi tanpa mengorbankan kesehatan mental,” ujarnya.

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *