Indonesia Hadir di Sidang MSC ke-109, Bahas Peningkatan Keselamatan dan Keamanan Maritim Global

Foto : Kemenhub | Delegasi Indonesia mengikuti Sidang Maritime Safety Commitee (MSC) ke-109 di Markas Besar International Maritime Organization (IMO), London, Inggris.

LONDON (Awall.id) – Delegasi Indonesia kembali berpartisipasi dalam Sidang Maritime Safety Committee (MSC) ke-109 yang berlangsung pada 2-6 Desember 2024 di Markas Besar International Maritime Organization (IMO), London, Inggris.

Sidang ini fokus pada penguatan keselamatan dan keamanan maritim global, dengan berbagai isu strategis yang dibahas, termasuk amandemen kode IGC dan IGF serta pengembangan kapal otonom.

Sidang MSC ke-109 dipimpin oleh Mayte Medina dari Amerika Serikat dan Wakil Ketua Capt. Theofilos Mozas dari Yunani.

Delegasi Indonesia, yang dipimpin oleh Kepala Sub Direktorat Keselamatan Kapal Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Capt. Maltus Jackline Kapistrano, aktif terlibat dalam diskusi mengenai peningkatan standar keselamatan kapal dan pengamanan maritim di tingkat internasional.

Selain Capt. Maltus, delegasi Indonesia juga terdiri dari Kepala Sub Direktorat Angkutan Laut Dalam Negeri, Capt. Hasan Sadili, perwakilan dari Pushidros TNI AL, PT Biro Klasifikasi Indonesia, PT Bahtera Adhiguna, serta staf Kemenhub dan Kedutaan Besar Republik Indonesia di London.

Baca Juga:  Jaksa Agung Serius Tangani Jaksa ’Nakal’, Main Proyek 3 Kajati dan 8 Kajari Dicopot

Salah satu agenda utama sidang kali ini adalah pembahasan amandemen terhadap Kode IGC (International Code for the Construction and Equipment of Ships Carrying Liquefied Gases in Bulk) dan Kode IGF (International Code of Safety for Ships using Gases or other Low-flashpoint Fuels).

Amandemen ini bertujuan untuk meningkatkan keselamatan kapal pengangkut bahan berbahaya dengan teknologi yang lebih ramah lingkungan dan aman. Indonesia menyatakan dukungannya terhadap penerapan amandemen IGC secara sukarela untuk kapal yang mengangkut gas cair dalam jumlah besar.

“Diskusi ini bertujuan untuk membentuk kelompok perancang yang akan mengembangkan regulasi lebih lanjut dan memastikan standar keselamatan kapal sesuai dengan perkembangan teknologi terbaru, termasuk kapal otonom,” ujar Capt. Maltus Jackline Kapistrano, seperti yang dilaporkan oleh InfoPublik pada Sabtu (7/12).

Baca Juga:  Daftar Empat Penjabat Kepala Daerah di Jateng yang Dilantik Gubernur

Selain itu, sidang ini juga membahas langkah-langkah untuk memperkuat keamanan maritim global, termasuk manajemen risiko dunia maya dan penanggulangan pembajakan serta perampokan bersenjata terhadap kapal.

Mengingat semakin kompleksnya ancaman siber, Indonesia menekankan pentingnya pembaruan dalam Pedoman Penilaian Keselamatan Formal (FSA) untuk memastikan evaluasi risiko yang lebih akurat dan komprehensif.

“Keamanan maritim global harus diperkuat dengan pemantauan ketat terhadap potensi ancaman, baik fisik maupun siber. Kami mendukung pembaruan yang terkait dengan FSA untuk memastikan evaluasi risiko yang lebih tepat,” tambah Capt. Maltus.

Sidang MSC ke-109 juga mencakup pembahasan pengembangan kapasitas keamanan maritim global melalui proyek-proyek internasional, seperti proyek keamanan pelabuhan yang didanai Uni Eropa, serta inisiatif kontra terorisme global yang didukung PBB. Indonesia menekankan pentingnya koordinasi internasional dalam melindungi fasilitas pelabuhan dan jalur pelayaran internasional yang krusial.

Baca Juga:  Disebut Gubernur Ganjar Saat Sambutan Upacara HUT Jateng,  Relawan Covid Rangers "Mbrebes Mili"

Dalam agenda lainnya, Capt. Maltus melaporkan hasil audit GBS (Goal Based Standards) yang telah dilakukan terhadap PT Biro Klasifikasi Indonesia, yang diterima baik oleh komite untuk langkah tindak lanjut.

Sidang ini diakhiri dengan laporan dari sub-komite MSC yang akan dijadikan bahan pertimbangan untuk tindakan lebih lanjut. Indonesia terus mendukung perbaikan regulasi internasional untuk meningkatkan keselamatan dan keamanan maritim, serta memastikan perkembangan teknologi kapal, termasuk kapal otonom, sejalan dengan standar internasional yang ditetapkan oleh IMO.

“Sidang MSC ke-109 ini menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk menyuarakan kepentingan nasional dalam menjaga keselamatan pelayaran internasional dan perlindungan sektor maritim global,” tutup Capt. Maltus.

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *