Dr Supari: USM Jadi Terdepan Jaga Keamanan Pilkada Serentak

SEMARANG (Awall.id) – ”Output dari seminar ini adalah rekomendasi pendapat berdasarkan kajian yang ada di seminar untuk masukan kepada pihak-pihak terkait. Sehingga dari kondisi ini, insya Allah, USM menjadi yang terdepan dalam menjaga keamanan khususnya terkait penyelenggaraan pilkada serentak yang akan datang”.

Hal itu diungkapkan Rektor Universitas Semarang (USM), Dr. Supari, ST MT, saat ditemui setelah membuka Seminar Youth Democracy dengan tema ”Mengenal Demokrasi dan Perpolitikan di Indonesia” yang digelar oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) USM di Gedung V Prof. Ir. Joetata Hadihardadja Lt. 6 USM, pada Kamis (17/10/2024).

Baca Juga:  Senkom Mitra Polri Mengapresiasi Kapolda Jateng dan Siap Membantu Menjaga Kamtibmas

Kegiatan yang dihadiri 200 peserta tersebut menghadirkan narasumber Wakil Rektor III USM, Dr. Muhammad Junaidi, S.HI. MH, Ketua KPU Provinsi Jawa Tengah, Handy Tri Ujiono, S.Sos., dan Bawaslu Provinsi Jawa Tengah, Drs. Sosiawan, M.H.

Rektor menyambut baik kegiatan tersebut. Menurutnya, USM merupakan perguruan tinggi yang memiliki visi berke-Indonesiaan, sehingga seluruh produk kegiatan USM mempunyai tujuan utama yaitu untuk kemajuan Indonesia dan menyiapkan generasi penerus calon-calon pemimpin di Indonesia.

”Oleh karena itu, saya sebagai rektor gembira sekali. Di seminar ini mahasiswa dapat berdebat dan mengolah terkait dengan tema yang diangkat serta di momen yang tepat dengan mendatangkan narasumber yang tepat juga,” ujarnya.

Baca Juga:  KAI Daop 1 Jakarta Catat, Lebih dari 37 Ribu Penumpang Tiba di Jakarta Hari Ini

Supari turut bergembira pasalnya mahasiswa USM lebih suka berdiskusi di kampus daripada menebar kekhawatiran di luar kampus.

”Itu juga sekaligus membangun pola pikir mahasiswa secara nonakademik, soft skill-nya dibangun, bagaimana menghadapi situasi terkini, menghadapi Indonesia kedepan, dan bagaimana menyiapkan diri menerima estafet suatu saat nanti, karena merekalah yang akan menerima estafet keberlanjutan negeri ini,” jelasnya.

Ia juga meminta agar mahasiswa USM untuk tetap menjaga slogan dari Bhinneka Tunggal Ika yaitu berbeda-beda namun tetap satu juga.

Baca Juga:  Piala Rektor USM Ke-III Segera Digelar

Menurutnya, sebuah perguruan tinggi dapat berlangsung jika terdapat dua unsur yaitu dosen dan mahasiswa. Begitu pula proses pendidikan akan berjalan dengan baik jika dalam kondisi sehat dan aman.

”Dengan dua syarat ini, insya Allah Tri Dharma Perguruan Tinggi baik pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat bisa berlangsung sebaik-baiknya sampai pada tujuan perguruan tinggi yaitu untuk Indonesia,” tegasnya.

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *