BNI Catat Peningkatan Transaksi Digital 15,3%, Mencapai Rp5,743 Triliun”

Foto : Istimewa

JAKARTA (Awall.id) – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk mencatatkan kinerja positif dalam transformasi digitalnya. Pada akhir kuartal III 2024, nilai transaksi melalui BNI Direct mengalami peningkatan signifikan, naik sebesar 15,3% dibandingkan tahun lalu, mencapai Rp5.743 triliun.

Jumlah transaksi juga menunjukkan pertumbuhan yang mengesankan, dengan kenaikan sebesar 28,6% year-on-year, mencapai 878 juta transaksi. Pencapaian ini mencerminkan komitmen BNI dalam meningkatkan layanan digital serta memberikan kemudahan bagi nasabah.

Dengan inovasi berkelanjutan, BNI berupaya memenuhi kebutuhan nasabah di era digital dan mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan. Langkah strategis ini diharapkan dapat terus meningkatkan pengalaman nasabah dan memperkuat posisinya sebagai salah satu bank terdepan di Indonesia.

Baca Juga:  Permintaan Masyarakat Tinggi, Pemkot akan Bangun Dua Rusunawa pada 2023

“Penguatan digital banking ini menjadikan operasional layanan BNI semakin efisien dan efektif,” kata Wakil Direktur Utama BNI Putrama Wahju Setyawan saaat konferensi pers kinerja keuangan kuartal III-2024, Jumat (25/10).

Sementara itu, untuk segmen ritel, aplikasi terbaru mobile banking wondr by BNI mengalami pertumbuhan yang signifikan. Jumlah pengguna layanan BNI Mobile Banking dan wondr by BNI naik 14,8% yoy menjadi 17,9 juta pengguna.

Baca Juga:  Mulai Selasa, Pemerintah Berlakukan Pengetatan Perjalanan

“Transaksi digital banking juga tumbuh signifikan, mencapai 1,04 miliar transaksi atau naik 40,9%, dengan nilai transaksi yang meningkat 26,2% yoy menjadi Rp1.104 triliun,” kata Iwan.

Meskipun baru berjalan kurang dari tiga bulan wondr by BNI sudah menunjukkan pertumbuhan yang menarik. Sebanyak 70% dari nasabah tabungan BNI dikontribusikan oleh nasabah pengguna wondr by BNI. Pengguna aktif yang melakukan transaksi di platform tersebut mencapai 50%.

Kedua layanan digital tersebut turut mendukung produk unggulan BNI lainnya yaitu Xpora. Produk ini merupakan solusi yang menawarkan pelayanan digital kepada para pelaku UKM berorientasi ekspor yang ingin meningkatkan kapasitas bisnis hingga memperluas pasar.

Baca Juga:  Pakai Hazmat, Gubernur Ganjar Pimpin Upacara Kemerdekaan di RS Darurat Covid Donohudan

Adapun total kredit untuk nasabah ekspor hingga September 2024 mencapai Rp31 triliun dari Rp19,1 triliun pada Desember 2021 dengan CAGR 19,2%. Sektor manufaktur dan perdagangan dari bidang perikanan, produksi kayu, tekstil dan kerajinan tangan, mendominasi bisnis di Xpora.

“Total nasabah yang sudah terlayani mencapai 44.000 UKM,” katanya.

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *