Ciptakan Mesin Reborn Stove, I Gusti Nyoman Jelantik Raih Penghargaan Tingkat Provinsi Bali

BALI (Awall.id) – I Gusti Nyoman Jelantik yang sebelumnya tercatat sebagai Inovator Terbaik Tingkat Kabupaten Badung, kini kembali terpilih sebagai Peserta Terbaik Inovasi Teknologi Bidang Industri Tingkat Provinsi Bali.
Atas prestasinya tersebut, Ajik Jelantik, panggilan akrab I Gusti Nyoman Jelantik, memperoleh penghargaan langsung dari Pj Gubernur Bali, SM Mahendra Jaya.
Penghargaan diserahkan pada Rabu (14/8), seusai Upacara Peringatan Hari Jadi ke-66 Provinsi Bali yang berlangsung di Lapangan Puputan, Denpasar Bali.
Bersamaan dengan itu, diserahkan pula aneka macam penghargaan kepada perorangan, kelompok, organisasi, dan instansi yang memiliki prestasi menjadikan Provinsi Bali semakin maju dan sejahtera.
Mesin Reborn Stove
Keberhasilan Ajik Jelantik yang juga sebagai Ketua Yayasan Budaya Bali Punggul Hijau, tidak lain karena kepiawaiannya menciptakan Mesin Reborn Stove. Yakni, sebuah alat atau mesin yang mampu memproses aneka macam plastik menjadi tepung dan selanjutnya dicetak menjadi aneka macam kerajinan. Seperti, patung, lukisan, topeng, plakat wisuda, gantungan kunci, dan aneka cinderamata lainnya.
“Mesin ini sangat tepat dijadikan alat pemusnah sampah plastik. Dan cocok bila ditempatkan di masing-masing sekolahan, restauran, villa, juga TPS 3R,” tutur Ajik Jelantik seusai memperoleh penghargaan.
Selain menghasilkan aneka macam kerajinan, Reborn Stove katanya, juga mampu menghasilkan minyak (sejenis BBM).
“Kalau dikhususkan untuk menghasilkan BBM, maka plastik yang diopen harus berwarna putih”, tutur mantan karyawan Hotel Bali Beach yang khusus bagian masak memasak ini.
Sementara Pj Gubernur Bali, MS Mahendra Jaya dalam sambutannya pada Upacara Peringatan Hari Jadi ke-66 Prov Bali mengungkapkan rasa bangganya, karena kinerja pembangunan masyarakat Bali terus meningkat.
“Bali adalah sebuah pulau kecil. Namun diwarisi dengan budaya yang adi luhung. Untuk itu, harus terus dilestarikan. Semua ini demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Ditambahkan, segala bentuk hambatan dan rintangan di masa lalu, hendaknya harus bisa dijadikan sebuah peluang demi kemajuan bersama.
Upacara yang diikuti dari unsur TNI, Polri, ASN, organisasi kemasyarakatan, dan siswa-siswi SMU, diakhiri dengan atraksi drum band dari beberapa kelompok masyarakat di Provinsi Bali.



















