Hidupkan Tradisi di Kampung Jawi, Kolektif Hysteria Inisiasi Festival ‘Labuhan Kali: Wiwitan’

SEMARANG (Awall.id) – Kampung Jawi bukan hanya terkenal dengan wisata kulinernya, tetapi juga dipenuhi oleh pelaku budaya dan tradisi saat Festival ‘Labuhan Kali: Wiwitan’ digelar.

Kampung Jawi, yang terletak di Kelurahan Sukoarjo, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, Jawa Tengah, sudah lama dikenal sebagai tempat ikonik dengan nuansa khas Budaya Jawa.

Namun, pada hari Jumat (19/7/2024) dan Sabtu (20/7/2024), suasana di Kampung Jawi tampak berbeda. Festival ‘Labuhan Kali: Wiwitan’, yang diinisiasi oleh Kolektif Hysteria bersama tokoh budaya setempat, menghadirkan berbagai hiburan tradisi dan budaya seperti Reog, tari, hingga wayang kulit. Puncak acara yang diadakan pada Sabtu sore berlangsung meriah dengan kirab gunungan, pelepasan ayam jago, dan penanaman sembilan bibit pohon jati di sekitar Sungai Kripik.

Baca Juga:  Menyelamatkan Jiwa, KAI Daop 1 Jakarta Ajak Pekerja, Pengguna KA dan Masyarakat Melakukan Donor Darah

Kepala Program Festival ‘Labuhan Kali: Wiwitan’, Muhammad Hadziiq dari Kolektif Hysteria mengungkapkan bahwa sabtu sore merupakan puncak dari Festival ‘Labuhan Kali: Wiwitan’.

“Acara dimulai sejak hari Jumat, tetapi puncaknya berlangsung pada Sabtu sore,” ujar Hadziiq.

Festival ini adalah salah satu program yang diinisiasi oleh Kolektif Hysteria bersama pelaku budaya di Kampung Jawi, yang dilaksanakan secara kolaboratif dengan wacana dan ide yang berasal dari budaya serta ritus warga setempat.

“Melalui riset dan kolaborasi, kami mengangkat wacana budaya lokal dalam festival ini. Kampung Jawi sering mengadakan acara budaya rutin setiap tahun,” jelas Hadziiq.

Sebagai destinasi wisata, Hadziiq menyebut bahwa Festival ‘Labuhan Kali: Wiwitan’ adalah yang pertama bagi Kampung Jawi bersama Kolektif Hysteria, yang mengangkat isu tentang alam dan ritus warga Kelurahan Sukorejo.

Baca Juga:  Atasi Segala Hambatan, Srikandi PLN Salurkan Listrik ke Daerah 3T di Sulawesi

“Di sini sering diadakan festival budaya seperti Barikan, tetapi Festival ‘Labuhan Kali’ ini baru pertama kali diadakan. Oleh karena itu, sub-temanya adalah ‘Wiwitan’ yang berarti ‘permulaan’,” tambahnya.

Menurut Nella Ardiantanti Siregar, Program Manager PekaKota yang membawahi Program Purwarupa dari Kolektif Hysteria, Kampung Jawi dan seluruh warga Kelurahan Sukorejo menjadi kolaborator baru yang dijaring tahun ini oleh Hysteria.

“Ini pertama kalinya kami menggelar acara prototipe berupa festival di Kampung Jawi atau Kelurahan Sukorejo,” jelas Nella.

Nella menambahkan bahwa biasanya Hysteria mengaktifkan kampung-kota yang budayanya tenggelam oleh perkotaan. Kolaborasi dengan Kelurahan Sukorejo berbeda, karena di sana mereka belajar banyak tentang budaya dan ritus.

Baca Juga:  Melalui Program WISE A2J, Perkuat Pemahaman RUU TPKS

“Antusiasme warga sangat besar, terutama saat kirab budaya. Banyak seniman dan budayawan terlibat, mulai dari Reog ‘Singo Wijoyo Mudo’, Wayang ‘Jawi Laras’, Punakawan, Drumblek, hingga Semarang Sketchwalk yang live sketch di sekitar jembatan,” ungkap Nella.

Festival ini juga mengadakan forum warga yang membahas isu lingkungan dan Pasar Wengi UMKM oleh warga setempat.

“Selain menikmati kuliner dari UMKM warga, pengunjung juga bisa menikmati hiburan dan ikut serta dalam kirab budaya,” tambahnya.

Nella menambahkan, festival ini adalah bagian dari rangkaian menuju ulang tahun ke-20 Kolektif Hysteria dan Event Strategis dari Program Dana Indonesiana, Kemendikbudristek RI

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *