Inspiratif, Pejabat Disdik Kota Semarang Tidak Menitipkan Anaknya Saat Ditolak SMP Negeri, Langsung Mendaftar di SMP Swasta
SEMARANG (Awall.id) – Seorang putra salah satu pejabat di Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang tidak masuk nominasi PPDB di zona 1 Kota Semarang.
Putra dari Aji Nur Setyawan selaku Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang sulit untuk naik peringkat agar dapat terdaftar sebagai siswa di SMPN 16 dan SMPN 23 Semarang.
“Anak saya tidak masuk nominasi yang diterima di zona 1, yaitu SMPN 16 dan SMPN 23 Mijen, rumah saya kan di Kelurahan Pesantren Kecamatan Mijen,” ujar Aji saat diwawancara pada Jum’at (28/6/2024).
Aji mengatakan bahwa putranya hanya berada di posisi ranking 200 sampai 300.
“Saat saya cek jurnal, ranking anak saya ada di posisi 200 atau 300 berapa gitu,” ungkpanya.
Ajipun berpikir realistis karena kemungkinan diterima sangat tipis sehingga dirinya berpikir realistias karena daya tampung rombongan belajar di zona 1 hanya 256 siswa.
“Nah kalao segitu kan kemungkinan keterimanya tipis, karena kapasistas daya tampung rombongan belajar di zona 1 hanya 256,” jelasnya.
Namun tak patah semangat, Aji yang memiliki jabatan cukup baik di Dinas Pendidikan Kota Semarang tidak memanfaatkan powernya untuk mendapatkan ‘jatah’ dengan menitipkan anaknya.
Dia justru mendaftarkan anaknya di SMP Al-Azhar Mijen, sebuah sekolah swasta favorit di Kota Semarang.
“Pada akhirnya anak saya didaftarkan di SMP Al-Azhar (swasta),” jelasnya.
Salah satu alasan yang cukup krusial atas tidak diterimanya putra Aji di SMP negeri karena usianya yang belum genap 12 tahun
“Nah alasan anak saya sulit masuk nominasi karena usianya yang belum genap 12 tahun,” tutupnya. (Ah)



















