Yusril Ungkap Alasan Mundur dari Ketua Umum PBB

JAKARTA (Awall.id) – Yusril Ihza Mahendra resmi mengundurkan diri sebagai Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB). Niat mundur Yusril tersebut telah disampaikannya ke Musyawarah Dewan Partai (MDP).
MDP adalah lembaga tertinggi di dalam struktur organisasi PBB yang berwenang mengambil keputusan-keputusan penting seperti melakukan perubahan terbatas AD/ART dan memilih seorang Penjabat Ketua Umum jika Ketua Umum yang dipilih Muktamar berhalangan tetap.
Selanjutnya sebagai pengganti Yusril, PBB menunjuk Fahri Bachmid sebagai Penjabat (Pj) Ketua Umum baru.
Dalam keterangan tertulisnya, Yusril mengatakan bahwa dia telah menyampaikan keinginan untuk mengundurkan diri dalam sidang MDP, Sabtu (18/5) malam.
“Permintaan Yusril mengundurkan diri diterima oleh peserta MDP yang terdiri atas DPP PBB, Dewan Pimpinan Wilayah serta badan-badan khusus dan otonom PBB yang seluruhnya berjumlah 49 suara dalam pengambilan keputusan,” kata Yusril dalam keterangan tertulisnya.
Yusril menambahkan, dalam pemungutan suara memilih Pj Ketum, Fahri yang juga menjabat sebagai Ketua Mahkamah Partai mendapat dukungan 29 suara. Sementara, Sekjen Afriansyah Noor memperoleh dukungan 20 suara.
Ia mengungkap alasannya mundur sebagai ketum adalah karena dirinya sudah terlalu lama memimpin sejak PBB berdiri di awal Reformasi tahun 1998.
“Sudah saatnya terjadi regenerasi dalam kepemimpinan PBB,” ujar dia.
Selanjutnya, kata Yusril, dia akan tetap aktif dalam dunia politik dalam kapasitasnya sebagai pribadi dengan latar belakang akademisi dan pengalaman yang cukup panjang dalam dunia politik di tanah air, tanpa dibatasi oleh keterikatan dengan sebuah partai politik.
Dengan bertindak sebagai pribadi, di luar partai, kata Yusril, dia akan dapat lebih leluasa menyumbangkan tenaga dan pikiran untuk turut serta dalam memecahkan persoalan-persoalan yang dihadapi bangsa dan negara, khususnya dalam membangun hukum dan demokrasi di dalam negeri. (din)




















