Pabrik Sepeda dan Motor Listrik Terbesar di Jateng Akan Dibangun di Semarang

SEMARANG (Awall.id) – Pabrik sepeda dan motor listrik terbesar di Jawa Tengah bakal dibangun di Kawasan Industri Terboyo Semarang.

Pembangunan dengan investasi yang diperkirakan mencapai Rp 400 miliar itu saat ini sudah dalam tahap ground breaking atau pemasangan tiang pancang yang dilaksanakan Kamis (2/5/2024).

Pabrik baru milik PT Roda Pasifik Mandiri (RPM) itu dibangun di lahan seluas 45.000 m2 atau 4.5 hektare dan rencananya akan dibangun lima lantai, mulai dari area parkir, perakitan, gudang, dan perkantoran.

Humas PT RPM Boeing menjelaskan, dengan berdirinya pabrik baru, maka akan ada peningkatan produksi yang signifikan.

Baca Juga:  Sespri Johnny G Plate Akui Terima Uang Rp 500 Juta dari Dirut Bakti

“Sesuai pengajuan kami kepada pemerintah, nantinya kapasitas produksi kami akan ditingkatkan menjadi 4 juta unit, yakni 2 juta sepeda listrik dan 2 juta motor listrik per tahunnya,” ungkapnya, Selasa (1/5/2024).

Sebelumnya, RPM memproduksi 2.000 unit sepeda per hari dan nantinya di pabrik baru bisa ditingkatkan menjadi 6.000 per hari.

Pembangunan pabrik baru untuk pengembangan perakitan Pasific Bike ini mengingat permintaan dalam negeri akan sepeda dan motor listrik yang terus meningkat. Maka perlu dibangun pabrik yang lebih luas dan modern untuk memenuhi kapasitas permintaan pasar sepeda dan motor listrik.

Pembangunan pabrik yang diperkirakan memakan waktu 20 bulan ini dikerjakan oleh tiga kontraktor, yakni CV Karyayasa Sumberrejeki, PT Dwi Berkah Arga Kencana, dan Best Metal Building (BMB).

Baca Juga:  Terasa Istimewa, Cicit Buyut WR Soepratman Hadiri Peringatan Kemerdekaan ke-79 RI Tingkat Kota Semarang

“Dalam pembangunan pabrik ini semua rangka baja didatangkan dari Vietnam sudah dalam bentuk custom. Jadi, setelah material sampai di lokasi, rangka baja ini tinggal dirakit, modelnya knock down,” ujar Rusyad Salam, staf dari BMB yang berkantor pusat di Vietnam.

Dia mengakui, untuk pembangunan pabrik di Semarang ini membutuhkan 4.400 ton baja yang dikirim lewat peti kemas dari Vietnam. Rencananya ratusan peti kemas rata-rata bermuatan 19 ton akan dikirim secara bertahap.

Baca Juga:  GIIAS Semarang 2023 Akan Resmi Dibuka Besok, Berikut Harga Tiketnya

“Kami sudah berpengalaman membangun kontruksi pabrik di Pemalang, Kendal, dan Pekalongan, “paparnya.

Sementara itu, konsultan Pengawas dan Perencanaan PT Putra Waluya Karya Cilacap, Suyanto Priyambodo menambahkan, mengingat lokasi pabrik merupakan daerah rawan banjir, pihaknya bakal melakukan pengurukan tanah.

“Kami rencana akan meninggikan area parkir 1,2 meter dan gedung lantai satu 2,4 meter, diharapkan landing dok aman dari banjir, ” katanya.

Dipilihnya kontraktor baja dari Vetnam, menurut Suyanto, pabrik baja di Indonesia sebenarnya bisa bersaing dengan baja impor. Namun melihat pengalamannya, BMB ditunjuk untuk membuat kerangka baja di pabrik sepeda milik PT RPM.

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *