Menag Imbau Masjid Gunakan Speaker Dalam Saat Ramadan, PBNU Tambahi Penjelasan

JAKARTA (Awall.id) – Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, memberi penjelasan soal terbitnya edaran Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas terkait penyelenggaraan ibadah Ramadan dan Idul Fitri 1445 H.

Dalam edaran tersebut, Menag Yaqut juga berpesan agar umat Islam dalam syiar Ramadan tetap memedomani Surat Edaran Menteri Agama Nomor 05 Tahun 2022 tentang Pedoman Penggunaan Pengeras Suara di Masjid dan Musala.

Aturan itu salah satunya mengimbau masjid menggunakan speaker yang mengarah ke dalam.

Menurut Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, aturan Menag itu dibuat untuk kemaslahatan masyarakat selama Ramadan.

“Jadi, ini terkait dengan pertimbangan pertimbangan kemaslahatan lingkungan secara menyeluruh,” ujar Gus Yahya di Kantor PBNU, Jln Kramat Raya, Jakarta, Sabtu (9/3/2024).

Dirinya mengajak masyarakat melihat aturan ini secara rasional. Sebab turan ini dibuat Pemerintah dengan tujuan yang jelas demi kemaslahatan bersama.

“Sikap kami mari kita hadapi ini pertama tama dengan rasional, tujuan dari semua yang kita kerjakan. Terutama pemerintah sudah mengeluarkan semacam aturan aturan terkait dengan itu. Dan tujuan tujuannya jelas, tujuannya sudah dinyatakan disitu,” kata Gus Yahya.

Gus Yahya meminta pihak yang kontra terhadap aturan ini melakukan diskusi secara rasional.

Protes terhadap aturan ini, kata Gus Yahya, tidak boleh didasarkan kepada sentimen politik.

“Kalau ada keberatan, ya silahkan diberdiskusikan dengan rasional. Jangan karena asal tidak suka kepada pemerintah, karena marah karena hasil pemilu misalnya, lalu tiba-tiba ngurus soal ini dengan tujuan untuk sekedar bikin perkara,” pungkasnya.

Seperti diketahui, edaran pengeras suara terbit pada 18 Februari 2022.

Edaran ini antaran lain mengatur volume pengeras suara diatur sesuai dengan kebutuhan, dan paling besar 100 dB (seratus desibel).

Khusus terkait syiar Ramadan, edaran ini mengatur agar penggunaan pengeras suara di bulan Ramadan baik dalam pelaksanaan Salat Tarawih, ceramah/kajian Ramadan, dan tadarus Al-Qur’an menggunakan Pengeras Suara Dalam.

Sementara untuk takbir Idul Fitri di masjid/musala dapat dilakukan dengan menggunakan Pengeras Suara Luar sampai dengan pukul 22.00 waktu setempat dan dapat dilanjutkan dengan Pengeras Suara Dalam.

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *