Dua Pelaku Pembunuhan di Jus Inn Semarang Ditangkap

SEMARANG (Awall.id) – Satreskrim Polrestabes Semarang membekuk dua pelaku penganiyaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia di depan Home Stay Jus Inn, Jalan Kartini II, Karangturi, Kamis (22/2/2024), lalu.

Korban yang tewas akibat luka bacok yakni bernama Ilham M Putra (20) warga Gabahan. Satu korban lagi yang mengalami luka yakni Riksi Ginanjar (22) dan mengalami luka bacok di bagian tangan.

Kasatreskrim Polrestabes Semarang, Kompol Andika Dharma Sena dua tersangka tersebut yakni bernama G. Yoga Pamungkas (20) warga Semarang Utara dan M. Daniel Rifail (18) warga Pedurungan, Semarang.

Dirinya menjelaskan awalnya kedua pelaku dengan keadaan mabuk mendatangi korban berboncengan. Sesampainya di lokasi, tersangka Yoga langsung membabi buta mengayunkan celuritnya ke korban Ilham.

“Mereka berboncengan menghampiri korban. Kemudian terjadilah insiden itu. Saat korban tersungkur Daniel melindas tangan korban, sedangkan Yoga melalukan pembacokan lagi,” ungkap Sena dalam rilis kasus di Polrestabes Semarang, Kamis (29/2/2024).

Atas kasus itu, lanjutnya, Unit Resmob Polrestabes Semarang berhasil menangkap kedua tersangka
diamankan lima hari setelah kejadian di Dempet, Demak saat sedang tidur, pada hari Selasa (27/2/2024).

“Mereka sempat melarikan diri paska kejadian tersebut, kemudian mereka ditangkap di rumah saudara salah satu tersangka di Demak,” jelasnya.

Sementara, tersangka Yoga mengaku melakukan aksi itu karena dendam lantaran dipukul matanya oleh korban.

“Saya dipukul sama Ilham, dipukul mata saya. saya pulang ambil celurit dan melakukan pembacokan itu. Setelah membacok saya kabur ke Salatiga, Solo, Yogyakarta, dan ke Demak,” akunya.

Sedangkan, Daniel mengaku berperan memboncengkan pelaku Yoga. Setelah korban dibacok pelaku Yoga dan terkapar, kemudian Bangor melindas tangan korban dengan sepeda motor yang dikendarai.

“Saya melindas tangannya. Yang bacok Yoga. Itu saya mabuk. Setelah itu kabur, ingin menenangkan pikiran,” ucapnya.

Atas perbuatannya, para pelaku disangkakan Pasal 170 ayat (2) ke-3 KUHPidana atau 351 ayat (3) KUHPidana dengan ancaman maksimal 12 Tahun penjara.

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *