Ekonomi Syariah Harus Menjadi Pilar Penting Ekonomi Indonesia Menuju 2045

DEPOK (Awall.id) – Tim Ekonomi Prabowo Gibran Rezza Artha menyampaikan bahwa Ekonomi Syariah harus menjadi pilar penting Ekonomi Indonesia menuju 2045.

Dirinya menyebut bahwa kedepan, Ekonomi Syariah harus dapat memberikan nilai tambah yang signifikan dalam perekonomian jika ingin menjadi juara dunia dalam perekonomian menyongsong 2045.

“Hal ini dikarenakan Indonesia yang memiliki jumlah penduduk Muslim terbanyak di dunia, maka potensi pengembangan Ekonomi Syariah sangatlah menjanjikan,” ungkapnya pada sesi paparan antar Tim Paslon dari semua Capres
Cawapres pada Peluncuran Indonesia Sharia Economic Outlook 2024 yang digelar oleh Pusat Ekonomi dan Bisnis Syariah FEB UI di Auditorium FEB UI yang dihadiri oleh Wakil Presiden
Ma’ruf Amin, Selasa (5/12/2023).

Baca Juga:  Datang Mau Hibur Pasien Covid-19 yang Sedang Isolasi, Mahasiswa UIN Walisongo Dikira Mau Demo

Untuk itu, ia menegaskan Prabowo Gibran sangat berkomitmen pada Ekonomi Syariah sebagaimana tercantum dalam Asta Cita butir ke-2.

“Ada 5 gagasan penting yang disampaikan dalam paparan tersebut diantaranya: memperkuat regulasi dan kelembangaan ekonomi syariah, penguatan perbankan syariah, pengembangan industri halal, pembangunan ekonomi desa dan pesantren, serta pemberdayaan zakat, infaq, shodaqoh, dan wakaf,” bebernya

Dalam pelaksanaan pengembangan Ekonomi Syariah, sambunhnya, tentunya Prabowo Gibran jika nanti terpilih akan terus menjalin kemitraan strategis dengan berbagai elemen seperti MUI, NU, Muhammadiyah, MES, IAEI, ICMI, Asbisindo, AFSI, PPHI, Fossei, Isyef, Hijrahfest, Tajir, Chef Halal, dan semua asosiasi Ekonomi Syariah baik nasional maupun lokal, pungkasnya.

Baca Juga:  Apresiasi Kejati Jambi, Wakil Jaksa Agung : Wujudkan Nilai-Nilai Reformasi Birokras Melalui Doktrin Tri Krama Adhyaksa

Rezza Artha juga menyampaikan tentang pentingnya para pelaku Ekonomi Syariah untuk bisa inovatif dalam menciptakan lapangan pekerjaan dan membawa masyarakat perkotaan untuk berinvestasi di desa.

“Selain nilai investasinya yang masih murah, program pemerintah seperti desa wisata membuat desa semakin menarik. Bidang agroindustri dan peternakan juga masih menjanjikan sejalan dengan meningkatnya kebutuhan pangan nasional. Kedepan Ekonomi Syariah harus bisa menangkap peluang itu, sehingga bisa membantu suplai pangan dengan harga yang terjangkau,” pungkasnya.

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *