Usai Dibangun Irigasi Oleh Pemkot, Petani di Jabungan Puas Bisa Panen

SEMARANG (Awall.id) – Pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Pekerjaan Umum melakukan rehabilitasi atau pemeliharaan jaringan irigasi di Kedung Bangkong, Jabungan, Banyumanik. 

Upaya ini dilakukan guna menampung ketersediaan air yang memadai bagi masyarakat sekaligus membantu para petani dalam menghadapi kekeringan sebagai salah satu dampak El Nino.

Penggarapan rehabilitasi ini dikhususkan di Kelurahan Jabungan dikarenakan belum tersedianya air bersih ketika musim kemarau tiba.

Adapun rehabilitasi jaringan irigasi yang menelan biaya sebesar 482 juta tersebut dilakukan dengan melakukan pemasangan batu dengan panjang 516 meter tinggi rata-rata 1,3 meter, dan lebar 1,8 meter. Waktu pelaksanaan dilakukan selama  4 bulan sejak Jumat 13 Mei 2023.

Adanya perbaikan irigasi ini warga ikut senang karena adanya irigasi, disamping debitnya juga naik, juga salurannya tidak merembes ke mana-mana. Istilahnya satu pintu.

Lurah Jabungan Sarwono mengatakan usai dibangun, irigasi itu langsung membawa manfaat bagi warga.

Kata Sarwono warga mengucapkan berterima kasih kepada Pemerintah Kota Semarang khususnya Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu karena sudah memberikan pembangunan irigasi.

“Wali Kota dan Kepala PU, lalu Camat Banyumanik yang sudah merespon pengajuan untuk irigasi bagi warga Kelurahan Jabungan,” ungkapnya, Sabtu (28/10/2023).

Sarwono mengungkapkan sebelum dibangun irigasi aliran air tidak beraturan dan merembes ke berbagai tempat sehingga tidak bisa fokus mengairi.

“Karena airnya merembes ke mana2 dan banyak yang bocor. Jadi tidak sampai tepat sasaran dan tujuan. Jadi airnya di situ ya di situ terus, ngalirnya nggak bisa kencang,” katanya.

Sejauh ini luas area persawahan di Jabungan seluas 49 hektra ada terdapat 3 kelompok tani yang bekerja.

Selain itu selama kemarau di area persawahan Jabungan sendiri memang terdampak karena debit air sungainya kecil.

“Kalau sawahnya ada dampaknya, karena debit air sungai kecil. Setelah perbaikan irigasi alhamudilillah debit air naik,” pungkasnya.

Dampak irigasi itu juga langsung dirasakan oleh salah seorang petani bernama Sumiyati (59). Saat ditemui, Sumiyati mengaku bahwa saat ini pengairan di sawahnya sudah tertata.

“Ya membantu sawahe saya. Pokoknya lebih lancar. Sebelum jadi irigasi bocor semua, airnya tidak fokus. Sekarang jauh lebih mending. Ini kalau sudah penuh, bisa saya tutup dan digunakan untuk pengairan lainnya,” ungkapnya.

Senada dengan Sumiyati, Karsumi pun menyatakan hal yang sama.

Kata Karsumi sebelumnya dia sempat terlambat panen karena kemarau. Namun setelah ada irigasi, kini bisa kembali normal.

“Ini kan terlambat panen seharusnya sudah sejak 3 bulan. Tapi alhamdulillah ini bisa mulai lagi dan harapannya bisa cepat panen,” katanya.

Dari Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Semarang, Soewarto mengatakan masyarakat terutama yang berada di wilayah kelurahan Jabungan menjadi sangat terbantu dengan adanya rehabilitasi jaringan irigasi D.I Kedung Bangkong.

“Untuk areal pertanian persawahan di lokasi Jabungan masih ada areal sawah sekitar 35 hektar yang sangat terbantu dengan adanya pembangunan saluran ini,” terang Warto, sapaan akrabnya.

Lebih lanjut, pihaknya mengatakan berkat rehabilitasi jaringan irigasi tersebut, hasil panen semakin meningkat.

“Alhamdulillah waktu panen atau masa tanam menjadi 3 kali dari sebelumnya yang kadang 2 kali tanam. Selain itu, adanya jaringan irigasi ini mampu mengatasi kebocoran air. Sambutan masyarakat pun sangat positif karena Alhamdulillah bisa 3 kali tanam atau panen istilahnya kalau di petani seperti itu,” imbuhnya.

Dalam proses pengerjaannya, Dinas Pekerjaan Umum juga berkoordinasi dengan BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai) Pemali Juana untuk tetap bersinergi mengoptimalkan lahan pertanian.

Melalui rehabilitasi jaringan D.I Kedung Bangkong, Soewarto berharap pembangunannya dapat terus dikembangkan agar masyarakat semakin mudah mendapatkan air juga meningkatkan kuantitas hasil panen khususnya di Kelurahan Jabungan.

“Pengerjaan untuk saluran-saluran ini terus dikembangkan, karena membawa dampak langsung bagi masyarakat terutama petani, mereka merasakan langsung yang tadinya alirannya kecil dengan adanya irigasi ini mengurangi kebocoran sehingga alirannya bisa lebih lancar,” pungkas Warto.

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *