Kick Boxing Jateng Lolos ke PON 2024

SEMARANG (Awall.id) – Prestasi yang sangat menggembirakan dicatat para atlet fighter Jateng dalam babak kualifikasi PON kick boxing untuk Zona IV yang berlangsung di Bogor awal pekan ini.

Tim yang dipimpin Moch Hamid selaku manajer merangkap pelatih berkekuatan 19 atlet dan mampu membawa pulang 9 medali emas, 5 perak dan 4 perunggu.

Dengan hasil ini, Jateng berhasil meloloskan 14 atlet dari babak kualifikasi dan satu atlet perebut medali emas SEA Games Kamboja yang mendapat wildcard, yakni Aziz Calim yang akan tampil di PON XXI Aceh – Sumut tahun depan.

Ketua Pengprov Kick Boxing Indonesia (KBI) Jateng, Eko Firli mengatakan prestasi itu menjadikan timnya sebagai juara umum zona.

Namun secara nasional, Jateng berada di posisi ketiga di bawah DKI yang berada di Zona I, kemudian Jabar di Zona III, dan di atas Jatim yang bergabung di Zona II.

“Sesuai aturan yang ditetapkan PP KBI dalam setiap kelas hanya ada dua atlet yang berhak lolos ke PON. Jadi untuk sementara kami telah meloloskan 14 atlet perebut emas dan perak kualifikasi dan satu perebut emas SEA Games,” katanya, Jum’at (27/10).

Firli menyebutkan hasil ini telah membuktikan para atlet sudah berjuang sekuat tenaga dan memberikan yang terbaik untuk Jateng.

Disebutkan, capaian ini paling tidak sudah mampu memenuhi harapan Ketua Umum KONI Jateng, Bona Ventura Sulistiyana yang memberi dukungan secara langsung kepada para atlet.

Satu catatan yang diberikan ketua umum Pengprov KBI Jateng itu, bahwa perjuangan para atlet di babak kualifikasi ini merupakan upaya untuk meraih tiket PON. Tentang siapa yang nantinya mewakili Jateng di kelas masing-masing, tentu adalah mereka yang menjadi yang terbaik.

“Para atlet yang berjuang di Pra-PON ini belum tentu mewakili Jateng di pekan olahraga nasional empat tahunan itu. Kami dalam pelatda PON akan menerapkan sistem promosi – degrasi, sehingga pada waktunya nanti akan didapatkan atlet yang paling siap, artinya hanya mereka yang terbaik di kelasnya yang akan menjadi wakil Jateng,” tandasnya.

Sementara, Moch Hamid menambahkan jika melihat hasil kualifikasi ini, Jateng memang menjadi yang terbaik di Zona IV. Namun demikian, tantangan di PON nanti pasti sangat berat dan perlu perjuangan yang lebih keras lagi.

“Kami bersama atlet dan pengurus berkomitmen untuk memberikan yang terbaik kepada daerah ini. Targetnya minimal dua medali emas PON,” ujarnya.

Mengenai pesaing Jateng di PON tahun depan, Hamid menilai tetap dari tiga wilayah yakni DKI, Jabar dan Jatim. Karena itu, selain melakukan persiapan secara khusus, maka pihaknya harus melaksanakan monitoring dan evaluasi terhadap kekuatan calon lawan sejak dini.

“Kita masih harus keras keras, karena saya yakin tiga daerah pesaing juga akan mengintip persiapan dan kekuatan Jateng,”imbuhnya.

Mereka yang mempersembahkan medali emas adalah Dwi Ani Retnowulan di kelas 56 kg lowkick, Alfiandi (63 kg full contack), Firman Maharrom Syach (71 kg lowkick), Natasya Jeny Salsabila (60 kg full contack), Edward Wiratama (51 kg point fighting), Senia (51 kg point fighting), Ridho Suryo Nugroho (creative form individual), Chavella, Teyza Putri Vedhayana, Sindhytyas Putri Vedhayana (creative form team).

Kemudian untuk perak masing-masing direbut oleh Ananda Wahyu (71 kg full contack), Charles Ebu (51 kg lowkick), Emelia Dewi (48 kg full contack), Afif Akbar (63 kg point fighting), Edho Adha Putra, Alam Sangsaka, Triwijaya (creative form team putra).

Sementara medali perunggu oleh Febiola Amelia Prasasti (56 kg full contack), Melania Silfa Hutabar (56 kg point fighting), Nurdiana Puspitasari (60 kg lowkick), dan Vannesta Rizky (48 kg lowkick).

Mereka didampingi oleh manajer merangkap pelatih Moch Hamid, pelatih Linda Darouw, Nugroho, Achmad Amri dan Andy Matalata.

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *