Dipilih Mewakili Jateng, Sanggar Nyi Pandansari Gelar Pertunjukan Seni dan Inklusifitas

KABUPATEN KENDAL (Awall.id) – Ditunjuk oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, Sanggar Nyi Pandansari mewakili Jawa Tengah dalam Pekan Kebudayaan Nasional 2023.

Dengan konsep Laku Hidup, Sanggar Nyi Pandansari menampilkan karya seni dan inklusifitas yang berjudul ‘Tendak Siten’, dengan menggandeng dari kalangan anak – anak, remaja, juga berkolaborasi dengan SLB Insan Tiara Bangsa.

Ketua Sanggar Nyi Pandansari, Septa Adya Anoraga menjelaskan, Tedak Siten merupakan proses awal seorang bayi atau anak untuk turun ke bumii atau menginjakkan kaki ke bumi sebagai proses mereka beranjak dewasa.

“Tata cara dari adat Tedak Siten kita tuangkan dalam bentuk koreografi tarian, yang dimainkan oleh anak – anak dan remaja, selain itu juga dikolaborasi dengan anak – anak disabilitas dari SLB Insan Tiara Bangsa,” ujarnya, Sabtu (30/9) malam.

Baca Juga:  Himmatisi USM akan Gelar Workshop Data Sains

Bung Septa sapaannya mengatakan, tema Tedak Siten dipilih karena prosesi adat ini memang kusus diperuntukkan untuk anak – anak. Dalam melatih anak – anak disabilitas ini, pihaknya tidak mengalami kesulitan.

“Tedak Siten ini merupakan bagian prosesi adat yang memang kusus untuk anak – anak, makannya kita memakai tema tersebut, juga belum ada yang mengangkat sebagai pertunjukan koreografi. Dalam proses melatih anak – anak disabil aman, tidak ada terkendala, mereka bisa mengikuti dengan baik,” katanya.

Baca Juga:  Penuhi Komitmen, Bank Jateng Gandeng Equity Life Indonesia Bayarkan Klaim Penyakit Kritis Kepada Nasabah Rp50 juta

Dirinya menyampaikan, tujuan utama dalam pagelaran ini, untuk memproses anak normal dan anak disabilitas yang dikolaborasikan untuk menampilkan karya seni tari dan inklusifitas.

“Sebenarmya mereka tidak ada bedanya, mereka punya semangat, punya kemampuan yang seharusnya kita olah lagi, kemampuan mereka pun sama dengan anak normal, jadi pada intinya kita ingin berproses secara menyenangkan, ingin membuat mereka bangga dengan kekurangan mereka, kekurangannya mereka menjadi suatu kelebihan untuk mereka lebih bangga terhadap mereka sendri dan tentunya orang tua,” ucapnya.

Baca Juga:  Wali Kota Semarang: Waspadai Potensi Konflik di Tahun Politik

Bung Septa menambahkan, pelestarian budaya dalam seni tari sudah jarang dijumpai, dirinya berharap generasi mudah dapat menciptakan karya yang mengikuti zaman, menurutnya tari dapat di kolaborasikan dengan bidang apapun.

“Tari itu ada di dalam kehidupan kita, melakukan aktivitas sehari hari juga bagian dari tari, hanya saja didalam pertunjukkan dikemas dalam bentuk cerita. Kami berharap generasi muda dapat menciptakan karya yang mengikuti zaman, tentunya dengan menyisipkan tradisi kedalam karya tersebut. Karya seni tari dapat dikolaborasikan satu dengan yang lain dalam bidang apapun, seperti musik, teatrikal, sejarah, tradisi maupun kepercayaan,” imbuhnya.

Sharing:

You may also like...

1 Response

  1. 3 October 2023

    […] Baca Juga: Dipilih Mewakili Jateng, Sanggar Nyi Pandansari Gelar Pertunjukan Seni dan Inklusifitas […]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *