Berharap Turunnya Hujan, Masyarakat Keluhkan Embung Kedung Gading Kendal Alami Kekeringan

KENDAL (Awall.id) – Embung Kedung Gading yang sering dibutuhkan masyarakat untuk mengaliri lahan pertanian desa mengalami kekeringan,  Rabu (4/10).

Pembangunan Embung Kedung Gading yang berada di dusun Kedungwungu Rt06 Rw01 Desa Kedunggading Kecamatan Ringinarum dari Dinas Pusdataru Jawa Tengah Tahun 2019.

Abdul Aziz yang merupakan Kadus III mengatakan, sumber Embung Kedung Gading merupakan sumber air yang dimiliki oleh warga desa Kedung Gading sebagai sumber air untuk kebutuhan warga sekitar, seperti untuk pengairan air ke area pertanian.

Namun dengan kemarau panjang dengan debit air yang rendah membuat para petani kesulitan dalam memperoleh air dan harus menunggu hujan agar debit air pada embung naik.

“Kemarau panjang ini membuat para petani harus berebut air pada jam tertentu, kalau tidak berebut air ya tidak bisa mengaliri sawah. Jadi embung tersebut sangat penting bagi kebutuhan masyarakat desa,”kata Abdul Aziz.

Dikatakannya, pada tahun sebelumnya embung tersebut tidak pernah mengalami kekeringan, baru tahun ini embung Kedung gading mengalami kekeringan panjang.

“Sejauh ini warga hanya menunggu hujan turun. Harapannya segera turun hujan agar air di embung bisa tinggi sehingga kebutuhan air pertanian kembali normal petani tidak kekurangan air lagi,”harap Aziz.

Abdul Aziz mengungkapkan, embung kedung gading ini masih milik Pusdataru secara pengelolaanya belum diserahkan oleh desa, sementara pihak desa belum berani mengelola embung dengan baik.

“Padahal jika embung diserahkan pengelolaan ke desa akan dibuat sebagai wisata edukasi warga, seperti spot foto, arena mancing dan arena bermain anak. Semoga pengelolaan embung ini bisa diserahkan oleh desa agar dapat dimanfaatkan dengan baik,”tutur Abdul Aziz.

Abdul Khotib warga sekitar mengungkapkan, sebelumnya embung tersebut sangat dibutuhkan warga sekitar sebagi sumber air diwilayah Kedung Gading, dengan debit air yang tinggi warga bisa memanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari.

“Akibat kemarau panjang ini warga sangat kesusahan mendapatkan air dari embung, yang biasanya warga tinggal membuka pintu air untuk mengaliri lahan pertanian dengan debit yang rendah warga harus menimba air untuk mengaliri pertanian,”pungkas Khotib.

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *