Kementerian Kominfo Blokir 176 Rekening Bank dan 938.106 Konten Judi Online

Ilustrasi Blokir Judi Online
Ilustrasi Blokir Judi Online

JAKARTA (Awall.id) – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengklaim telah memblokir ratusan ribu konten dan 176 nomor rekening terkait judi online selama beberapa bulan terakhir.

Menteri Komunikasi dan Informatika, Budi Arie Setiadi, melalui Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kominfo, Semuel Abrijani Pangerapan, dalam keterangan resminya, Senin (11/9/2023), memaparkan, pihaknya akan terus memblokir semua hal terkait judi online.

Secara rinci, pihak kementerian melaporkan terdapat 176 rekening bank dan 938.106 konten judi online yang telah ditemukan.

Semuel menyatakan, pemberantasan judi online adalah salah satu program yang diminta menjadi prioritas oleh Presiden Jokowi.

“Sejak tahun 2018 hingga 6 September 2023, Kominfo telah melakukan pemutusan akses situs dan take down terhadap 938.106 konten judi online,” kata Semuel.

Sementara dari periode Juli hingga September 2023, ada 124.439 konten judi online yang diputus akses dan take down. Konten tersebut menyebar di sejumlah situs, platform sharing content dan media sosial.

“Kementerian Kominfo juga telah menemukan 8.823 kontak dan rekening yang diduga terkait situs judi online berdasarkan pencarian sejak 23 Juli 2023 sampai 6 September 2023,” ujar Semuel.

Menurut Semuel pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memblokir nomor rekening yang berkaitan dengan aktivitas judi online.

“Kementerian Kominfo juga telah meminta kepada pihak bank untuk melakukan pemblokiran atau penyertaan dalam blacklist terhadap 176 nomor rekening atau akun bank yang diduga terlibat kegiatan perjudian online selama bulan Agustus 2023,” lanjutnya.

Fenomena judi online menjadi perhatian utama Kementerian Komunikasi dan Informatika saat ini. Tidak hanya aplikasi dan situs saja, Kominfo juga melakukan sidak hingga kontak dan rekening yang memfasilitasi kegiatan judi online.

Sementara itu, Polri sudah menangkap 11 tersangka judi online di Denpasar, Bali. Dalam konferensi pers, Wadir Tipidsiber Mabes Polri, Kombes Dani Kustoni mengatakan, penangkapan ini berdasarkan hasil patroli siber pada Rabu (6/9).

Dani mengatakan, penelusuran terkait judi online akan terus didalami. Tak menutup kemungkinan akan ada tersangka-tersangka baru yang diamankan setelah ini.

“2023 in kami sudah menangani 77 kasus dan 130 tersangka judi online sampai saat ini,” kata Dani.

Untuk penangkapan terbaru, Polri mengamankan barang bukti berupa 12 unit komputer, 21 unit berbagai merek HP, 1 kotak SIM Card. Dari 11 orang yang jadi tersangka, ada satu orang koordinator dan 10 yang membantu operasional.

Pelaku dijerat dengan Undang-Undang ITE, KUHP, maupun UU TPPU. Pertama, pasal 45 ayat 2 juncto Pasal 27 ayat 2 UU ITE dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara. Kemudian, Pasal 303 ayat 1 ke-1 dan ke-2 KUHP, dengan ancaman penjara 10 tahun. Kemudian, Pasal 3 dan Pasal 10 dari UU TPPU dengan ancaman penjara maksimal 20 tahun.

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *