Cabor Bulu Tangkis Porprov Jateng 2023, Kudus Rebut Seluruh Medali Emas

KUDUS (Awall.id) – Tim Kabupaten Kudus tampil perkasa di cabang olahraga badminton Porprov XVI Jateng 2023 yang berlangsung di GOR Djarum Kalipitu Kudus.

Menurunkan para atlet PB Djarum, tim Kudus merebut seluruh medali emas di Porprov kali ini.

Dalam partai final pada hari ketiga pelaksanaan, Selasa (8/8/2023), Kudus memastikan menyapu bersih lima medali emas lewat dua nomor yakni tunggal putri dan tunggal putra.

Karena, di tiga nomor lain yaitu ganda campuran, ganda putra, dan ganda putri mempertemukan all Kudus finals.

Pada tunggal putri, Kudus diwakili mantan atlet Pelatnas Aisyah Sativa Fatetani menang atas wakil Kabupaten Banyumas, Aisha Galuh Maheswari (21-11, 21-11).

Sedangkan tunggal putra Kudus, Hendry Leander berhasil mengalahkan wakil Surakarta, Briliandri Christanto (25-23, 21-18).

Untuk tiga nomor lain, Kudus meraih emas ganda campuran lewat pasangan Michael Owen/Titis Maulida Rahma atas tim sesama Kudus, Yuke Gamareza Radjasa / Laudya Chelsea Griselda (29-21, 21-18, 21-18).

Kemudian emas nomor ganda putri untuk Kudus diperoleh oleh Ardita Anjani / Titis Maulida Rahma atas rekannya sesama tim Kudus Kartika Mayasari / Laudya Chelsea Griselda (21-18, 22-20)

Baca Juga:  Tim Basket Putri Kota Semarang Melaju ke Semifinal

Medali emas di ganda putra diperoleh tim Kudus lewat Michael Owen / Yuke Gamareza Radjasa atas pasangan Emanuel Joseph Surya Hartono / Ryan Adi Wicaksono (21-19, 7-21, 21-23).

Total tim kudus meraih lima emas, tiga perak, dan satu perunggu dari tunggal putra, diperoleh melalui Muhammad Pranandha Adhitya yang kalah di semi final atas wakil Surakarta, Briliandri Christanto (21-13, 21-17).

Urutan kedua perolehan medali ditempati Kabupaten Banyumas dengan satu medali perak dan dua medali perunggu, kemudian Kota Surakarta di tempat ketiga dengan raihan satu medali perak dan satu medali perunggu.

Sementara, beberapa kabupaten/kota meraih satu medali perunggu. Meliputi Kabupaten Blora, Kabupaten Grobogan, Kabupaten Magelang, Kabupaten Sragen, Kota Semarang, dan Kabupaten Tegal.

Penyerahan medali untuk para juara dilakukan oleh Kabid Organisasi KONI Jateng Prof Dr FX Djoko Priyono SH MHum, perwakilan Djarum Foundation Yoppy Rosimin, dan Ketum Pengprov PBSI Jateng Basri Yusuf.

Baca Juga:  Jelang Porwanas, KONI Jateng Beri Dukungan Kontingen SIWO PWI

Salah satu andalan tim Kudus di Porprov kali ini Aisyah Sativa Fatetani mengaku pertandingan menghadapi wakil Banyumas di nomor ganda putri, Aisha Galuh Maheswari pada final kali ini tidak mudah.

Apalagi, keduanya sudah saling mengenal cara bermain karena pernah bersama-sama di Pelatnas dan PB Djarum.

“Tadi tidak mudah karena kita juga sama saling tahu cara bermainnya, tinggal siapa yang paling siap saja di lapangan,” katanya.

Tunggal putri menjadi salah satu nomor yang tidak mempertemukan tim sesama Kudus selain juga nomor tunggal putra.

Atlet berusia 21 tahun ini mengaku senang karena bisa membantu tim Kudus menyapu bersih seluruh medali emas.

“Alhamdulillah bisa berjalan lancar tadi san keluar pertandingan juga tidak cedera,” kata dia.

Sementara itu, Sekum Pengprov PBSI Jateng, Iswoyo menyebut, dominasi tim Kudus di Porprov kali ini bukan hal yang mengejutkan sebab atlet yang diturunkan berasal dari PB Djarum.

Baca Juga:  Porprov XVI Jateng : Cabor Wushu Perebutkan 29 Medali Emas

“Nanti kalau pembinaan di daerah lain bagus juga, mungkin Porprov berikutnya akan semakin merata walaupun ini persaingannya sengit. Cuma kita tahu sendiri tim Kudus atlet-atletnya dari PB Djarum. Artinya, dia masih aktif, latihannya terprogram dengan baik,” kata Iswoyo.

“Harapannya kalau daerah lain juga seperti itu nantinya mungkin akan lebih merata walaupun tetap belum ada jaminan. Tapi kita berharap pembinaannya semakin lebih baik dan persaingannya lebih ketat,” katanya

Secara persiapan, atlet Kudus dinilai lebih maksimal dibanding daerah lain. Poin tersebut kata Iswoyo menjadi kunci sukses Kudus merajai cabor bulu tangkis Porprov kali ini.

“Dia notabene sudah latihan rutin dan terprogram. Mungkin persiapannya jauh lebih baik karena kalau Kabupaten/Kota mungkin menjelang Porprov baru dikumpulkan. Kalau di Kudus kan sudah terbentuk dari klub, walau atlet dari daerah lain juga ditempa di klub,” katanya.

“Kalau sudah di lapangan ya sudah tergantung motivasi atlet, dan fighting spiritnya,” pungkas Iswoyo.

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *