Dilarang Terlibat dalam Kompetisi Musim 2023/2024, Panpel PSIS Minta Mediasi Semua Pihak: Suporter Adalah Ruh Sepakbola

SEMARANG (Awal.id) – Ketua Panita Pelaksana (Panpel) PSIS Semarang, Danur Rispriyanto menerima dengan lapang dada sanksi yang diberikan PT LIB berupa denda 20 juta rupiah dan larangan berkecimpung dalam sepakbola selama satu musim 2023/2024.

“Saya dengan lapang dada menerima sanksi yang diberikan kepada saya. Artinya saya kan dikatakan tidak cukap dalam menangani Suporter,” ujar Danur merespon sanksi akibat kerusuhan suporter di dalam stadion Jatidiri saat PSIS melawan PSS pada Minggu lalu (2/4/2023).

Saat diwawancara pada Senin (17/4/2023), Danur memberikan pesan kepada para ketua Panpel agar berani mengambil keputusan jika terjadi sebuah insiden saat pertandingan.

Baca Juga:  Latihan Akhir Pekan, Pemain PSIS Semarang Digembleng Fisik

“Akan tetapi yang jauh lebih penting yang harus saya sampaikan buat para Panpel seindonesia jangan pernah takut mengambil resiko dalam menggelar sebuah pertandingan,” ujarnya.

“Kenapa saya bilang seperti itu? Karena saya bersama jajaran kepolisian baik Polda Jateng maupun Polrestabes Semarang berani mendatangkan suporter tim tamu, contoh suporter Persebaya kita datangkan, Suporter PSS kita datangkan, bahkan suporter PSM kita datangkan,” bebernya.

Baca Juga:  Atlet Jateng Sumbangkan Emas, Bona Berharap Prestasi Gemilang di SEA Games Berlanjut di PON 2024

Dia melakukan hal seperti itu agar sepakbola menarik untuk ditonton. Lebih jauh, apa yang dilakukan Danur sudah sesuai dengan aturan PT LIB dan standar oprasional dan pelaksanaan (SOP) yang ada.

“Artinya kita ingin menjadikan sepakbola sebagai tontonan yang menarik. Bukan sepakbola yang ditonton oleh pendukung kita sendiri. Dan apa yang saya lakukan sesuai dengan peraturan PT LIB yang mengatakan tim tamu mendapat kuota 5 persen kapasitas stadion,” ungkapnya.

“Jadi kita secara langsung ingin merealisasikan peraturan PT LIB itu sendiri,” tegasnya.

Baca Juga:  Alfeandra Dewangga Ingin Hapus Catatan Buruk PSIS Lawan Bhayangkara FC

Danur menandaskan, suporter adalah ruh dari sepakbola.

“Jadi sepakbola itu rohnya adalah suporter,” ujarnya.

Danir menginginkan, di era kepempimpinan PSSI di bawah Erik Tohir agar memerintahkan jajarannya untuk memediasi para pihak jika terjadi persoalan, bukan asal memberi sanksi.

“Buat forum agar semua pihak duduk bersama dengan difasilitasi PSSI,” pintanya.

“Saya khawatir jika yang dikedepankan hanya sanksi, maka kedepan akan pada takut dan sepakbola tidak menarik lagi,” tandasnya.

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *