Alon-Alon MAS akan Diperbaiki, Wali Kota Semarang: Semua Pihak Dapat Memahami

SEMARANG  (Awal.id) – Walikota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu berencana akan melakukan penutupan Alon-Alon Masjid Agung Semarang (MAS).

Mbak Ita sapaan akrabnya berjanji, akan berkunjung ke kiai dan nadhir MAS untuk mohon izin sekaligus memaparkan rencana perbaikan kawasan cagar budaya tersebut.

‘’Nanti saya akan sowan ke Pak Kiai, ke nadhir, mohon izin untuk memperbaiki Alon-alon dulu,’’ ujar Mbak Ita di Balaikota Semarang, Rabu (26/4).

Menerutnya, beberapa fasilitas di Alon-Alon MAS banyak yang rusak, sehingga ia meminta Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Semarang untuk melakukan perbaikan dan pembenahan.

Baca Juga:  Beri Sinyal Maju Pilkada, Ade Bhakti Ariawan Dijadwalkan Ambil Formulir di DPC PDIP

‘’Kan banyak keramik yang rusak. Rumput di atas juga sudah tinggi semua,’’ pungkas Mbak Ita.

Lanjutnya, PKL yang ada di Alon-Alon MAS sudah dimemanfaatkan selama bulan Ramadan kemarin. Sekarang setelah Lebaran tidak banyak aktivitas, sehingga wajar Disdag akan membenahi beberapa bagian yang rusak.

‘’Kalau diperbaiki ya wajar to Mas, kemarin Taman Indonesia Kaya juga diperbaiki. Jangan jadi polemiklah. Ini hanya untuk membenahi. Kemarin keramik sudah rusak, kita harus benahi,’’ terangnya.

Kata dia, gasebo yang ada di Alon-Alon MAS dilarang untuk berjualan, dikarenakan akan membuat kotor. Nantinya pada tanggal 1 Mei, saat momentum libur, akan dimanfaatkan untuk membersihkan sekaligus memperbaiki kawasan alun-alun.

Baca Juga:  Salat Ied Bareng Ganjar, Jokowi: Cawapresnya Tanya Beliau

‘’Hanya saja, kalau pakai surat, kadang-kadang salah paham, saya memahami mungkin, ada rasa kaget seperti apa, kemarin sudah saya sampaikan ke dinas perdagangan jangan pakai surat, sowan lah. Kalau surat itu kadang-kadang, persepsi orang berbeda,’’ beber Mbak Ita.

Wali Kota menegaskan bahwa sebagai heritage atau cagar budaya, Aloon Aloon Masjid Agung Semarang harus dijaga dan dipelihara. Kawasan itu seperti Kota Lama yang termasuk kawasan heritage.

‘’Ini harus dipahami semua pihak, sehingga misalnya tidak boleh memakai paku untuk buat lapak, dan harus dijaga kebersihannya. Aloon-aloon itu akan jadi obyek wisata, jadi harus dirawat,’’ katanya.

Baca Juga:  Senangnya Warga Gisikdono Kota Semarang, Penantian Dua Tahun Akhirnya Keluar Sertifikat Tanah Program PTSL

Mbak Ita menginginkan kawasan tersebut, termasuk Pasar Johar bisa hidup. Ia bahkan bercita-cita menjadikan Pasar Johar seperti Tanah Abang atau Thamrin City Jakarta sebagai pusat grosir pakaian.

Karena itulah, dia meminta semua pihak bisa memahami dengan kebijakan yang ditempuh pemerintah kota.

‘’Prinsipnya akan kita buat bagus. Mohon maaf kalau ada hal-hal yang kurang berkenan, intinya adalah Aloon-Aloon menjadi bagus dan bersih,’’ tandas Mbak Ita.

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *